Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menilai saat ini lebih baik Partai Nasdem oposisi pemerintah bersama Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hal tersebut ia sampaikan mengingat saat ini Nasdem mendapatkan tekanan dari Istana karena mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai bakal calon presiden (Bacapres) pada Pemilu 2024 mendatang.

Muslim melihat penetapan tersangka dugaan korupsi oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terhadap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Nasdem, Johnny G. Plate, sebagai salah satu bentuk tekanan dari Istana.

Bagi Muslim Arbi, apapun dalih soal penetapan tersangka Johnny G. Plate yang juga Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, publik tetap menganggap bahwa hal tersebut sebagai upaya penekanan terhadap Nasdem yang capreskan Anies.

“Melihat tekanan yang demikian rupa terhadap Nasdem, sebaiknya Nasdem keluar saja dari kabinet,” tegas Muslim, Kamis (18/5).

Menurut Muslim, Nasdem harus segera keluar dan menjadi oposisi pemerintah bersama Partai Demokrat dan PKS. Selain untuk menegaskan sikap pada Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Nasdem juga perlu menjaga citra partai dari manuver dan tenakan Istana.

Baca Juga:  Dinilai Diterima Semua Golongan, ANIES Deklarasi Dukung Anies Baswedan Jadi Capres 2024

“Ngapain masih satu perahu (kabinet), karena pilihan capres lalu dihabisi dengan gunakan tangan kekuasaan atas lembaga hukum?” pungkas Muslim.

Untuk diketahui, saat ini Partai Nasdem sedang diuji di koalisi pemerintahan Jokowi. Pasalnya, sebelum status tersangka kepada Johnny G. Plate, Nasdem pun tak diundang saat Jokowi mengumpulkan para Ketua Umum partai politik koalisi pemerintah.

Melihat posisi Nasdem yang seperti itu, banyak pendapat dari pengamat politik yang menyarankan agar Nasdem keluar dari Kabinet Jokowi. Sebab, saat ini Nasdem selain ditekan Istana, juga tak dianggap lagi sebagai partai politik koalisi pemerintahan Jokowi.

Sumber: tajukpolitik.com

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan