IDTODAY.CO – Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menyebut ormas Islam Muhammadiyah telah menggaungkan wacana pemakzulan kepala presiden Joko Widodo.

Bahkan, melalui postingan Facebook, Ade Armando menyebut Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu dengan sebutan yang tidak etis, yaitu “Si Dungu”, sambil menautkan pamflet sebuah acara diskusi yang mana Din Syamsuddin menjadi keynote speech dalam acara tersebut.

“Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual corona menunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat,” kata Ade Armando dalam status Facebook, Senin (1/6).

Menanggapi postingan tersebut, Persaudaraan Alumni (PA) 212 langsung mengecam unggahan Ade Armando yang menyebut Din Syamsuddin dengan perkataan dungu.

mereka juga meminta civitas akademika UI untuk memecat Ade Armando dari jabatannya sebagai dosen.

“UI seharusnya memecat dosen yang membuat gaduh terus bangsa ini karena karakternya bukan mencerminkan dosen, tapi sudah seperti preman berjas almamater saja,” ucap Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin, sebagaimana dikutip dari Rmol.id, Selasa (2/6).

Baca Juga:  Terkait Sebutan Dungu Pada Din Syamsudin, Ade Armando: Saya Tidak Punya Kesalahan, Ngapain Minta Maaf.

Bahkan, Novel juga menduga Rektor UI terlibat kepentingan politik, karena masih mempertahankan Ade Armando sebagai dosen.

“Dan diduga jabatan rektor UI-nya pun sarat dengan kepentingan politik, sehingga perlu memasang dosen gaduh itu,” tandas Novel.[Brz]

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan