Efek Perubahan Iklim Demokrasi, Makna Pancasila Menjadi Hanya Sebatas Ceremony

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F Silaen/Ist (Foto: Rmol.id)

IDTODAY.CO – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F Silaen menjelaskan konsekuensi sebagai warga negara yang tinggal di negara hukum.

Menurutnya, semua warga negara Indonesia harus menjadikan Pancasila sebagai suatu keharusan bernegara tanpa boleh ada pengecualian.

Walaupun,disisi lain mengakui bahwa Pancasila masih menjadi pertentangan bagi sejumlah kalangan yang tidak puas terhadap perubahan iklim demokrasi.

 “Jadi selama Pancasila diartikan sempit, maka selama itu pulalah kita akan selalu mengalami benturan sosial yakni curiga, prejudices antarsesama rakyat Indonesia,” jelas Silaen, sebagaimana dikutip dari Rmol.id (1/6).

Silaen menegaskan bahwa terdapat kelompok tertentu yang berupaya mengerdilkan  fungsi Pancasila dan membuat kampanye ideologi bangsa tersebut menjadi sia-sia.

“Makna Pancasila berubah menjadi hanya sebatas ceremony tok. Semua bisa bikin statusnya di Facebook dan lain-lain, tapi itu semua hanya pencitraan doang, hasilnya nihil alias nol besar, tetapi cobalah untuk memikirkan yang lebih nyata dan realistis, ” papar Silaen

Baca Juga:  Laksamana: Pancasila Hilangkan Prejudices Antarsesama Rakyat Indonesia

“Jika saja mereka yang selalu membonsai atau mengebiri Pancasila menurut kacamata individu maupun kelompok tertentu, maka itulah musuh bebuyutan Pancasila yang sebenarnya,” tandas alumni Lemhanas Pemuda I 2009 itu.[Brz]

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan