Israel Kecolongan, Dikejutkan dengan Kekuatan Militer Hamas yang Meningkat hingga Membombardir Negaranya

Israel Kecolongan, Dikejutkan dengan Kekuatan Militer Hamas yang Meningkat hingga Membombardir Negaranya ( Foto: Antara )

Konflik antara Palestina dan Israel semakin memanas, kedua negara yang tengah berkonflik ini saling jual beli serangan mematikan.

Sudah ratusan warga tewas dan ribuan warga lainnya luka-luka akibat serangan-serangan brutal kedua negara Israel maupun Palestina.

Kelompok Hamas meluncurkan serangan mengejutkan terhadap Israel dengan meluncurkan roket di dekat Jalur Gaza, pada Sabtu (7/10/2023).

Serangan itu menyebabkan 300 warga Israel tewas dan 1.500 lainnya terluka.

Israel kemudian melakukan serangan balasan melalui udara ke Jalur Gaza, yang menewaskan lebih dari 250 warga Palestina dan melukai 1.778 warga lainnya.

Pengamat politik Timur Tengah Hasibullah Satrawi mengatakan serangan Hamas terhadap Israel dilatarbelakangi berbagai faktor.

Pertama, pembiaran terhadap eskalasi kekerasan ataupun hal-hal yang berkaitan dengan yang selama ini sering terjadi di dua negara tersebut.

“Seperti disampaikan salah satu elit Hamas yang mengatakan dengan jelas, bahwa operasi dilakukan untuk memberikan batasan kepada Israel terkait dengan pelanggaran-pelanggaran di wilayah-wilayah yang disucikan,” katanya kepada tvOne, Minggu (8/10/2023).

Selama ini banyak peristiwa yang berkaitan dengan fenomena esktremisme, bukan hanya dari kedua belah pihak negara berkonflik namun terjadi secara umum.

“Kemudian yang kedua, dengan serangan seperti ini, mau tidak mau sekarang dunia bicara kekuatan yang meningkat yang dimiliki Hamas,” katanya.

“Bayangkan operasi ini melibatkan ribuan roket dan kemudian pasukan, jadi ini pasti terorganisir. Orang akan bertanya, ini kelompok (Hamas) sedang terisolir secara total, bertahun-tahun tidak diberikan akses secara wajar, kok bisa memiliki peningkatan (militer) signifikan seperti ini,” tuturnya.

Diakui atau ini kata Hasibullah, ada faktor peningkatan kemampuan yang dimiliki oleh Hamas dan kelompok-kelompok perlawanan di Jalur Gaza, Palestina.

Kemudian faktor ketiga, Hasibullah melihat ada kaitannya dengan faktor internal Israel yang mengalami krisis internal.

“Saya menduga kuat terjadi krisis internal di Israel,” tambahnya.

Faktor internal ini ditunjukkan dari serangan Hamas yang membombardir Israel dengan mudahnya.

“Serangan ini seakan-akan Israel yang selama ini digambarkan memiliki kecanggihan senjata, dengan pasukan yang luar biasa, sistem pertahanan luar biasa, bahkan pagar yang luar biasa, ini tiba-tiba bobol dan seakan-akan dengan mudahnya oleh Hamas,” ungkapnya.

Kemudian internal Israel juga digoyah dengan krisis reformasi kehakiman yang melibatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Netanyahu dianggap sebagai salah satu tokoh di Israel dari isu korupsi untuk menyelamatkan diri dengan mereformasi kehakiman sehingga menimbulkan gejolak yang luar biasa di internal Israel,” ujarnya.

Baca Juga:  Sesalkan Unair Kerjasama Vaksin Dengan Militer, Epidemolog UI: Tidak Ada Jalan Pintas Untuk Pengembangan Ilmu

Ketiga faktor inilah kemudian yang dimanfaatkan Hamas untuk membombardir Israel sehingga mengejutkan banyak pihak.

Hamas memanfaatkan kelemahan Israel yang tengah diguncang berbagai masalah.

Lebih lanjut Hasibullah menyampaikan dengan kekuatan militer Hamas yang luar biasa ini, menunjukkan bahwa Hamas tidak sendirian, ada kelompok-kelompok yang konsisten mendukung Hamas.

“Teknologi persenjataan yang dimiliki Hamas hari ini yang mengejutkan itu, sebenarnya bisa dibaca dari perkembangan teknologi persenjataan secara umum yang berkembang di kawasan atau pihak-pihak negara yang selama ini diduga kuat berada di balik dukungan Hamas,” kata Hasibullah.

Sumber: tvonenews.com

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan