Nama Hao Haidong, pensiunan bintang sepakbola dari tim nasional China kembali mencuat. Dalam sebuah video, Hao menyerukan penggulingan Partai Komunis China.

Video tersebut dirilis di channel YouTube miliarder China yang buron, Guo Wengui pada Kamis (4/6). Guo juga dikenal dekat dengan mantan penasihat Presiden Donald Trump, Steve Bannon.

Melalui video tersebut, Hao yang saat ini tinggal di Spanyol melakukan wawancara selama 53 menit. Meski sebenarnya tidak diketahui di mna video tersebut diambil.

Namun video tersebut diketahui dibuat untuk memperingati insiden berdarah terhadap demonstran mahasiswa di Lapangan Tiananmen, Beijing, 1989.

Baca Juga:  China Ingin Tetap Pertahankan Hubungan Bilateral dengan Indonesia

“Saya pikir orang-orang China tidak boleh diinjak-injak oleh Partai Komunis China lagi. Saya pikir Partai Komunis ini harus dikeluarkan dari kemanusiaan. Ini adalah kesimpulan yang saya dapatkan setelah 50 tahun hidup,” ujar Hao seperti dikutip Reuters.

Dalam video tersebut, ia muncul bersama istrinya, mantan juara bulutangkis, Ye Zhaoying.

Saat ini, YouTube masih diblokir di China. Kementerian Luar Negeri China pun belum memberi komentar.

Hao sendiri memulai karir untuk tim junior Tentara Pembebasan Rakyat, lalu naik pangkat menjadi mayor. Ia merupakan bintang sepakbola China pada 1990-an hingga 2000-an. Ia adalah pencetak gol terbanyak, lebih dari 100 kali, ketika bermain untuk tim nasional China. Ia juga lah yang membawa China masuk ke final Piala Dunia pada 2002.

Hao yang punya julukan “Cannon Hao” juga dikenal dengan keberaniannya untuk membahas isu-isu sosial dan mengkritik pendirian sepakbola China. Walau begitu, ia tidak pernah mengkritik Partai Komunis China.

Sementara itu, pada Rabu (3/6), beberapa pesawat baling-baling membawa spanduk bertuliskan “Negara Federal Baru China” di atas kota New York. Di sana, Guo yang mempunyai nama asing Miles Kwok, dan Bannon melakukan live streaming dari sebuah kapal.

Baca Juga:  China Sembunyikan Rudal di Kontainer Kargo, Dikirim ke Berbagai Tempat

Dari videonya, terlihat Hao membaca deklarasi “Negara Federal Baru China”.

Hasil penelusuran, akun Weibo (platform seperti Twitter milik China) Hao yang memiliki lebih dari 7 juta pengikut sudah dihapus pada Kamis sore. Semua entri tentangnya di Zhihu, situs tanya jawab, juga telah dihapus.

Jika Hao adalah mantan pesepakbola, Guo adalah buronan karena kejahatan keuangan. Ia meninggalkan China pada 2014 dan menggunakan YouTube untuk mengkritik China.

Sumber: rmol.id

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan