Jangan Sembarangan Berobat Ke Dukun atau Tukang Ramal Lo, Di Islam Ada Hukumnya

Islam tegas melarang jangan mendatangi dukun, bertanya apalagi mempercayai ucapannya. (Foto:SINDOnews)

IDTODAY.CO – Berobat ke dukun dalam ajaran Islam sangat jelas dilarang. Termasuk juga bertanya perihal kehidupan masa depan kepada tukang ramal, tukang sihir dan seluruh pelaku mistik. Karena apa, kita tidak diperbolehkan bertanya kepada mereka dan mempercayai ucapnnya.

Anjuran tersebut adalah tulisan Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah yang terunggah dalam sebuah grup kajian dikutip pada Jumat (12/2/2021).  Syekh menekankan dengan tegas hal itu termasuk dosa yang paling besar berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW:

“Barangsiapa mendatangi dukun lalu dia bertanya kepadanya satu perkara, maka tidak akan diterima sholatnya 40 malam. (HR. Muslim dalam shahihnya).

Dan berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW:

Baca Juga:  Zuhairi Misrawi Bantah Sebut Islam Muhammadiyah Tidak Benar: Itu Guyonan

“Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang ramal lalu dia mempercayai apa yang dia ucapkan maka sungguh dia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad. (HR. Ahlus Sunan dengan sanad Shahih).

Dan sabda beliau :

“Bukan golongan kami orang yang melakukan sihir atau yang minta disihirkan, orang yang melakukan praktek perdukunan atau yang minta praktek perdukunan, orang yang melakukan anggapan sial atau yang minta diramal anggapan sial, dan barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang dia ucapkan maka sungguh dia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Al-Bazzar dengan sanad yang bagus).

Adapun mandi dengan darah maka hukumnya mungkar yang sangat jelas dan haram. Tidak boleh untuk berobat dengan benda najis, berdasarkan hadits riwayat Abu Daud dalam sunannya dari Abu Darda radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya dan menjadikan setiap penyakit itu ada obatnya, maka berobatlah kalian, dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram.” (HR. Abu Dawud)

“Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan obat kalian dalam perkara yang diharamkan atas kalian.” (HR Baihaqi dan dishahihkan Ibnu Hibban dari hadits Ummu Salamah radhiyallahu anha).

Barangsiapa yang bertobat dengan benar maka Allah akan menerima tobatnya. Berdasarkan firman Allah :

“Dan bertobatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman niscaya kalian akan beruntung”. (QS. An-Nur 31)

Dan tobat yang benar itu dengan menyesali apa yang telah berlalu, dan dia meninggalkan dosanya, dan bertekad dengan jujur untuk tidak mengulangi lagi, dalam rangka mengagungkan Allah mencintai Dia dan mengharap keridhaan-Nya, serta takut dari siksan-Nya.

Kalau seandainya maksiat itu berkaitan dengan hak makhluk, maka harus dengan syarat yang keempat untuk diterimanya taubatnya, yaitu mengembalikan hak kepada pemiliknya atau minta dihalalkan hal itu. Allah semata tempat meminta tolong.

Baca Juga: Demam Ikatan Cinta Belum Berakhir, Meskipun Di Tengah Banjir Nonton Bareng Tetap Berjalan

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan