IDTODAY.CO – Kemarin tanggal 5 April 2020 Aliansi BEM yang mangatasnamakan Aliansi BEM se-Jakarta yang terdiri dari beberapa kampus di Jakarta mengkritisi Pemprov DKI Jakarta atas fasilitas buat nakes yang dianggap berlebihan.

Yazid Albustomi selaku Presiden Mahasiswa STIKES Binawan, dilansir WartakotaLive menyoroti fasilitas Hotel Grand Cempaka milik Pemprov DKI digunakan sebagai tempat untuk menginap tim medis dan relawan. Mereka menganggap hal itu berlebihan.

Baca Juga:  Pemprov DKI Perbolehkan Lomba 17-an Asal Digelar Secara Virtual

Namun, hari ini ada pemandangan yang berbeda dari Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Mujiono Koesnandar membantah pernyataan Aliansi BEM Jakarta yang mengkritisi fasilitas untuk dokter dan tenaga kesehatan selama menangani virus corona.

Bantahan itu tertulis dalam surat resmi yang diunggah di media sosial. Surat yang bercap basah BEM UMJ dan ditanda tangani langsung oleh Mujiono Koesnandar secara tegas mengatakan tidak terlibat.

Baca Juga:  Pengasuh Pesantren Babussalam Jawa Tengah Doakan Anies-Muhaimin Menang di Pilpres 2024

Bahkan, Mujiono menegaskan tidak adanya bentuk komunikasi yang dilakukan oleh Aliansi BEM DKI Jakarta ke internal BEM UMJ yang masih aktif.

“Tidak adanya bentuk koordinasi dengan kampus yang bersangkutan dengan Aliansi BEM Jakarta,” bantahnya.

Mujiono juga sangat menyayangkan narasi-narasi yang dibangun aliansi tersebut dikarenakan tidak adanya pengkajian sebelumnya.

Terakhir, Mujiono menghimbau kepada seluruh steakholder dan mahasiswa UMJ untuk lebih jeli menelaah segala bentuk media informasi agar tidak terprovokasi.[telusur.id]

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan