IDTODAY.CO – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menilai Pemprov DKI atau Gubernur Anies Baswedan belum siap menangani banjir di DKI.

Prasetio menganggap Pemprov baru memikirkan langkah penanganan banjir ketika hujan deras mengguyur Jakarta.

“Kalau saya katakan siap, belum. Tapi saya di sini juga harus dibantu oleh semua yang kita dulu hire, PPSU, atau pasukan biru, harus turun tangan semua membersihkan kali-kali Jakarta,” kata Prasetio kepada wartawan, Selasa (2/11/2021).

“Karena bukan apa-apa, itu sekali lagi saya bilang kenapa dadakan? Kenapa nggak dulu zaman nggak hujan dibersihin? Ini sekali lagi seperti masalahnya cuma di Jakarta seperti itu tidak mau eksekusi,” katanya lagi.

Politikus PDIP itu meminta agar Pemprov DKI dapat memaksimalkan peralatan yang dimilikinya untuk penanganan banjir.

Baca Juga:  Tegas, Anies Baswedan Tutup Paksa Cafe Yang Abaikan Protokol Covid-19

Misalnya, segera melakukan penyedotan setelah pintu air di sejumlah lokasi berstatus siaga 1.

“Jangan beli barang yang mewah-mewah tapi peralatannya nggak bisa dipakai. Dan saya juga sudah melihat dari beberapa tempat pintu air sudah siaga 1 semua, di mana air itu mengarah ke warga itu harus cepat disedot,” tegasnya.

Prasetio juga menyinggung soal sodetan di kali Ciliwung hingga banjir kanal timur (BKT) yang tak kunjung diselesaikan.

Padahal, dia meyakini dibangunan sodetan mampu meminimalisir terjadinya banjir di Jakarta.

Prasetio berpendapat, langkah penanganan banjir harus diupayakan dengan langkah yang berani dan populis.

Baca Juga:  Anies Ajak Relawannya Hormati Lawan: Katakan Kami Bawa Gagasan dan Rekam Jejak, Siap Ditandingkan

“Saya juga menyarankan kepada Dinas Sumber Daya Air kan sodetan-sodetan ini banyak juga yang belum tersodet. Kayak di Banjir Kanal Timur, di arah Manggarai sana itu kan harus ada sodetan yang sudah direncanakan dari era pemerintahan sebelumnya,” jelasnya.

“Tapi kan sampai hari ini nggak pernah eksekusi,” ucapnya.

“Karena kan permintaan masyarakat harus disodet. Nggak bisa enggak kalau tidak dengan langkah yang lebih berani, lebih populis, itu harus dilaksanakan,” sambungnya.

Prasetio juga menyoroti buruknya kemampuan drainase di dalam menampung air akibat tali air yang tersumbat.

Meskipun Jakarta tak bisa terbebas sepenuhnya dari banjir, Prasetio meyakini setidaknya pemerintah dapat berupaya untuk meminimalisir banjir.

“Kalau Jakarta tidak banjir itu bohong, tapi diminimalisir banjir pasti bisa, tapi dengan cara gimana nih biar fokus kerjaannya, jangan semua-sama rata,” ujarnya.

Tak hanya itu, Prasetio juga meminta agar daerah penyangga DKI Jakarta juga memikirkan terkait banjir di Jakarta.

Dia menyebut daerah penyangga bertanggungjawab lantaran air yang ada di daerah penyangga mengalir ke Jakarta.

“Yang harus dipikirkan itu penyangga Jakarta, Bekasi, Tangsel, Bogor, Tangerang Kota, Depok, itu dipikirkan,” kata Prasetio kepada wartawan, Selasa (2/11/2021).

“Dikasih imbau buat embung-embung di sini, jangan airnya mengalir ke Jakarta, karena kalau larinya Jakarta pasti larinya ke Kali Ciliwung lah, Kali Krukut, pesanggrahan dan lain-lain,” jelasnya.

Sumber: pojoksatu.id

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan