Kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta telah berakhir pada 16 Oktober 2022. Pemprov DKI Jakarta bersama relawan menggelar acara perpisahan untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang masa jabatannya berakhir.

Anies Baswedan menghabiskan waktu terakhirnya menjadi Gubernur DKI Jakarta bersama para pendukungnya di Balai Kota Jakarta.

Acara yang bertajuk Terima Kasih Jakarta dipenuhi oleh warga hingga papan bunga bertuliskan Terima Kasih Anies. Acara tersebut juga diramaikan oleh musik dangdut hingga marawis.

Sejak lima tahun menjabat, beberapa karya dan pencapaian Anies menjadi sorotan masyarakat.

Pencapaian Anies merupakan suatu hal yang sangat penting sebagai bentuk pertanggungjawabannya selama ia memimpin DKI Jakarta.

Karya-karya pemerintahan Anies di antaranya mulai dari pembangunan sumur resapan, penyelenggaraan Formula E hingga kebijakan terkait reklamasi. Namun, beberapa karya-karya Anies juga ada yang menuai kontroversi.

Berikut beberapa prestasi Anies Baswedan selama menjadi gubernur DKI.

1. Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC)

Ajang balap mobil listrik internasional, Formula E sukses digelar di DKI Jakarta pada 4 Juni 2022. Berlokasi di Ancol, gelaran Formula E menjadi momentum yang penting di era kepemimpinan Anies Baswedan.

Suksesnya ajang balapan mobil listrik itu telah berhasil membawa nama baik ibu kota negara ke seluruh dunia.

JIEC memiliki panjang 2,4 kilometer dengan lebar 12 meter dan 18 tikungan ini menelan biaya pembangunan kurang lebih Rp190 miliar.

2. Stadion Jakarta International Stadium (JIS)

Diresmikan pada April 2022, Proyek Jakarta International Stadium (JIS) ini dirancang sesuai standar Federation Internationale de Football Association (FIFA) dan merupakan salah satu mega proyek berskala dunia yang dibangun diatas lahan seluas 22 hektare di Jakarta Utara.

JIS adalah stadion yang mengusung konsep green building pertama di Indonesia. Stadion yang dibangun dengan biaya fantastis sebesar Rp 4,5 triliun merupakan stadion berstandar internasional dan memiliki kelebihan yakni material atapnya menggunakan membran ETFE (Ethylene Tetrafluoroethylene).

Baca Juga:  Cueki Ancaman Sopir Truk Pendukung Ganjar, Noel Eks Ketum GP Mania Siap Membelot Dukung Anies?

3. Revitalisasi Kota Tua Batavia

Anies Baswedan telah mengubah Zona Rendah Emisi (Low Emission Zone/LEZ) Kota Tua. Dalam revitalisasinya itu, saat ini Kota Tua hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki, bus TransJakarta, kendaraan listrik, pesepeda, dan bus berstiker khusus.

Revitalisasi jalur pedestrian Kota Tua yang telah diresmikan Gubernur DKI Jakarta diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda serta mewujudkan kawasan rendah emisi.

Pedestrian ini juga dilengkapi berbagai fasilitas selain itu juga dimudahkan bagi para disabilitas.

Namun, jalanan Kota Tua yang baru sempat heboh karena banyak pemotor yang jatuh terpeleset disebabkan permukaan jalan licin.

Pada saat proses pembangunan LEZ Kota Tua juga banyak dikeluhkan karena membuat macet jalanan sekitarnya.

4. Sumur Resapan

Sumur resapan termasuk salah satu karya Anies yang sangat kontroversial. Ide dasarnya yaitu Pemprov DKI ingin membuat air masuk ke dalam tanah.

Namun nyatanya, tidak semua karakter tanah di Jakarta mampu menyerap air. Pada saat pembangunannya juga menuai kritik karena menyebabkan kemacetan dibeberapa titik jalan.

5. Pembangunan Jalur Sepeda

Pada masa pemerintahannya, Anies menggencarkan pembangunan jalur sepeda. Anies menargetkan tersedianya 535,68 km jalur sepeda pada tahun 2026 di Jakarta.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur yang diteken pada 10 Juni 2022, yaitu Pergub Nomor 25 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah (RPD) DKI Jakarta Tahun 2023-2026. Saat ini Jakarta telah memiliki 103 jalur sepeda.

6. JPO Pinisi di Jalan Jenderal Sudirman

Selain menjadi fasilitas penyeberangan jalan, jembatan yang terdapat tulisan 37 nama tenaga kesehatan yang gugur akibat COVID-19 tersebut kini menjadi destinasi wisata warga di Jakarta.

Baca Juga:  Akiba Pandemi Corona, Anggaran DKI Jakarta Diperkirakan Defisit

Tidak hanya JPO Penisi, di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman sebelumnya sudah memiliki tiga JPO yang instagramable, yaitu JPO Bundaran Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), dan Polda Metro Jaya.

7. Aplikasi Jakarta Kini (JAKI)

Aplikasi Jaki diluncurkan ketika kasus COVID-19 sedang merajalela. Dikhususkan hanya untuk warga Jakarta saja, JAKI merupakan pusat informasi penanganan COVID-19 di Ibu Kota.

Dalam forum bertajuk Urban 20 Talks: Kota, Desa dan Pemuda di Era Digital, yang digelar (24/2/2022), Anies membagikan pengalaman Pemprov DKI dalam mengelola digitalisasi layanan JAKI, terlebih pada keadaan pandemi COVID-19.

8. JakLingko

Prestasi Anies selanjutnya berkenaan dengan mobilitas Jakarta yaitu integrasi transportasi. Dia membanggakan pencapaian Tarif Integrasi Transportasi JakLingko.

Dengan JakLingko semua warga dapat menggunakan fasilitas kartu uang elektronik atau aplikasi JakLingko untuk bertransaksi pada seluruh moda.

Hal ini mengingat sebelumnya mereka harus butuh kartu-kartu berbeda untuk bisa mengakses transportasi yang berbeda. Tarif JakLingko yakni maksimal Rp 10 ribu dengan tujuan ke mana saja.

9. Pelebaran Trotoar

Revitalisasi trotoar di DKI Jakarta terus digencarkan di era Anies Baswedan. Hal ini dapat terlihat pada sejumlah ruas jalan, trotoar kini sudah menjadi lebih lebar ketimbang sebelumnya. Meskipun sejumlah jalanan aspal menjadi agak sempit.

Penataan trotoar juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti CCTV, satpol PP, bahkan akan disediakan pelican crossing. Hal ini juga mempermudah masyarakat naik bus transjakarta, MRT, serta LRT pada tempat yang telah disediakan pada beberapa sudut trotoar.

10. Gratiskan PBB di bawah Rp 2 M

Kebijakan ini telah tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2022 Kebijakan Penetapan dan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Tahun 2022.

Kebijakan yang disambut antusias warga ini ditujukan untuk mendorong pemulihan ekonomi di ibu kota dari tekanan pandemi.

Baca Juga:  Anies Wanti-wanti Masyarakat Agar Tidak Sepelekan Virus Corona!

11. Rumah DP Rp 0

Rumah DP Rp 0 menjadi salah satu program Anies yang menuai kontroversi. Pada masa kampanyenya, program tersebut direncanakan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Diketahui program itu hanya ditujukan bagi masyarakat yang berpenghasilan Rp 15 juta per bulan. Namun, program tersebut hingga kini terus berusaha direalisasikan dan pada 21 September 2022 lalu, Anies menyatakan sudah membangun sebanyak 2.332 unit hunian dengan skema DP Rp 0.

12. Kampung Susun Akuarium

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga meresmikan Kampung Susun Akuarium bertepatan dengan HUT RI Ke-76.

Pemprov DKI Jakarta telah menyelesaikan pembangunan dua blok dari lima blok hunian Kampung Susun Akuarium yaitu tower Blok B serta D dan para warga Kampung Akuarium dapat menempati hunian layak tersebut.

13. Fly Over Tapal Kuda

Dua Flyover tapal kuda yang berada di Lenteng Agung dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan menjadi proyek yang dibangun di masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kedua fly over itu dibangun sebagai sarana putar balik kendaraan dari dan ke arah Pasar Minggu maupun Depok agar pengendaraan tak harus melintas di perlintasan kereta api.

Selain itu, jalan layang ini juga dibangun untuk mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Tanjung Barat Raya, Jakarta Selatan.

14. Revitalisasi Simpang Lima Pasar Senen

Pemprov DKI Jakarta telah merampungkan revitalisasi Simpang Lima Pasar Senen dengan menggunakan empat skala prioritas pembangunan transportasi berbasis jalan raya di Jakarta yaitu pejalan kaki, pesepeda, kendaraan bebas emisi, angkutan umum serta kendaraan pribadi.

Halte TransJakarta Senen kini lebih lebar dan modern, JPO Pasar Senen bercorak tuts piano, JPO Atrium Senen bercorak Betawi dengan kemerlap lampu warna-warni pada malam hari, keduanya dilengkapi dengan elevator.

Sumber: liputan6.com

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan