Jokowi: 89 Ribu Pekerja Migran Sudah Tiba, Jangan Sampai Jadi Gelombang 2 Corona

Presiden Joko Widodo menyampaikan pengarahan dalam Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung Tahun 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (26/2/2020).(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

IDTODAY.CO – Presiden Joko Widodo meminta para jajarannya agar mengawasi dengan ketat terhadap potensi penyebaran virus Corona di Indonesia.  Permintaan Jokowi tersebut menekankan pada pengawasan di gelombang kedua.

Permintaan itu juga disampaikan oleh Jokowi mengingat pasien positif Corona Indonesia masih terjadi peningkatan.

Jokowi menyebut pengawasan itu bisa dilakukan dalam beberapa klaster mulai dari pekerja migran yang berasal dari luar negeri, para jemaa,h tablig hingga para pekerja industri.

“Kita harus melakukan monitor secara ketat, potensi penyebaran di beberapa klaster. Ada klaster pekerja migran, Jemaah Tablig Gowa, klaster rembesan pemudik, industri, ini perlu betul-betul dimonitor secara baik,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam ratas Laporan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 secara virtual, Senin (4/5). Sebagaimana dikutip dari kumparan (04/05/2020).

Jokowi menekankan pada rencana kepulangan 16 ribu migran ke Indonesia. Kendati demikian, dia tidak merinci kepulangan pekerja tersebut. 

Baca Juga:  Puncak Virus Corona di Indonesia Belum Bisa Diperkirakan

“Kita lihat bahwa pekerja migran Indonesia sudah 89 ribu yang kembali dan akan kembali lagi 16 ribu. Harus ditangani baik-baik agar jangan sampai muncul gelombang kedua,” ujarnya.

Di sisi lain, untuk pekerja industri pun tak luput dari perhatiannya. Jokowi mengakui ada beberapa industri yang masih beroperasi di tengah penerapan PSBB. 

Oleh karena itu, Jokowi meminta kepada para jajarannya agar bisa memastikan apakah sektor industri tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan yang ditentukan. Sehingga bisa mencegah adanya risiko penyebaran virus mematikan tersebut. 

“Industri kita harus pastikan industri yang diizinkan beroperasi yang mana, melakukan protokol kesehatan secara ketat atau enggak, ” tambahnya.[Aks]

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan