Jokowi Menyengsarakan Rakyat. Rizal Ramli: Hanya di Zaman Jokowi harga Beras Naik 40 Persen Lebih

Jokowi Menyengsarakan Rakyat. Rizal Ramli: Hanya di Zaman Jokowi harga Beras Naik 40 Persen Lebih ( Foto: Sekretariat Negara )

Tokoh nasional DR Rizal Ramli (RR) mengingatkan negara dan masyarakat bahwa, Hanya di Zaman Jokowi Beras Naik 40 Persen Lebih. Jokowi dinilai publik telah menyengsarakan rakyat

” Hanya Di Zaman Jokowi Beras Naik 40 Persen lebih”, kata RR yang mengkritik tajam rezim Jokowi soal kenaikan harga beras yang menindas rakyat sementara para pejabat pemerintah banyak korupsi dan banyak yang makin kaya. Rezim Jokowi gagal mengatasi kemiskinan dan ketidakadilan, malah banyak Korupsi/KKN.Advokat Todung Mulya Lubis yang menyoroti persoalan korupsi mengutip Indeks Persepsi Korupsi (IPK) dibuat Transparency International Indonesia pada masa kedua pemerintahan Jokowi yang justru anjlok. Sejumlah menteri Jokowi yang terjerat korupsi dan sudah divonis bersalah adalah Idrus Marham, Imam Nahrawi, Edhy Prabowo, dan Juliari Batubara, Mentan Yasin Limpo, Menteri Komunikasi Jhoni G Plate , selain korupsi skandal pajak Rp349 trilyun dan banyak lagi.

Baca Juga:  Kesejahteraan Petani Prioritas, Cak Imin Janji Tak Impor Beras

RR menyoroti kenaikan harga beras.pangan dan energi (BBM/listrik) yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini. Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia itu menilai kenaikan harga beras tersebut merupakan bauh dari kebijakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

Dalam status twittenya @RamliRizal pada Sabtu (16/9/2023), Rizal Ramli menilai Jokowi terus andalkan impor beras dari luar negeri dan tidak berpihak kepada petani..

Baca Juga:  Setuju dengan Pernyataan Jokowi, Yusril: Pemimpin Garapan Pencitraan dan Survei, Sesatkan Rakyat!

Netizen Rudi Haryanto mengakuia bahwa, Pasca reformasi perjalanan bangsa semakin tak jelas arahnya,tdk ada blue print. Reformasi hanya sukses menjatuhkan Suharto. Kelakuan busuk para politisi maupun birokrasi tdk berubah sama sekali, malah makin parah. Klo dulu korupsi dibwh meja, skrg tak pakai meja lagi.

Sumber: konfrontasi.com

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan