Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang limbung karena kekuasaan sedang diambil alih oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Jokowi tidak sadar sedang berada di lapangan terbuka, limbung apa karena kekuasaan sudah diambil alih oleh Megawati,” kata Koordinator Kajian Politik Merah Putih Sutoyo Abadi kepada redaksi www.suaranasional.com, Ahad (4/6/2023).

Kata Sutoyo, Jokowi butuh perlindungan hukum termasuk keluarganya setelah tidak menjadi presiden Indonesia. “Perlindungan diri atas resiko macam macam termasuk resiko hukum yang bisa menerpa dirinya sudah tanpa payung lagi, semua sudah robek dan berantakan,” papar Sutoyo.

Menurut Sutoyo, Jokowi terlihat panik jika tidak berkuasa dengan mengungkapkan cawe-cawe agar berbagai proyek infrastruktur tetap dilanjutkan penerusnya.

“Gejalanya Jokowi dalam kondisi panik dan tertekan sangat mudah pikirannya masuk di alam halusinasi. Terombang – ambing dalam gelombang ombak perubahan yang sedang berlangsung,” jelas Sutoyo.

Dramaturgi yang dimainkan sudah tidak ada tempat lagi, makin nekad sama semakin mendekatkan diri ke dalam jeram atau jurang politik yang makin dalam.

Baca Juga:  Terpilih Jadi Presiden PKS, Ahmad Syaikhu Tegaskan Istiqomah Menjadi Oposisi, Mengawal dan Mengawasi Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Kata Sutoyo, Jokowi di akhir kekuasaan tidak menunjukkan sebagai sosok negarawan tetapi menunjukkan ambisi untuk tetap berkuasa dengan memanfaatkan orang kepercayaannya di Pilpres 2024.

“Mestinya Jokowi di akhir kekuasaannya bisa belajar lebih tenang, syukur berubah sikap menjadi negarawan. Justru terus ambil reaksi sesaat karena frustasi, panik melihat perkembangan politik yang semakin jauh dari jangkauan kendalinya,” ungkapnya.

Sumber: suaranasional

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan