KAMI Semata-mata Ingin Berkontribusi Untuk Negara, Bukan Berebut Kekuasaan

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) (Foto: Minews ID)

IDTODAY.CO – Pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait keberadaan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang tidak menjadi partai mendapat tanggapan dari Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani.

Menurutnya, KAMI tidak akan pernah merubah haluan dari gerakan moral menjadi partai politik

“Nggak, kami memang tidak mau (jadi partai), kita menjadi partai maka gerakannya bukan gerakan moral lagi, politik, ada politik moral, politik tinggi, high politic, bukan politik rendah,” kata Ahmad Yani sebagaimana dikutip dari Detik.com, Rabu (26/8/2020).

Lebih lanjut, Yani menegaskan bahwa partai merupakan politik rendah yang pasti dihindari kami. pasalnya bawa gerakan tersebut murni karena ingin memberikan kontribusi kepada negara.

“Kalau politik rendah itu dalam rangka merebut posisi atau menjatuhkan posisi seseorang, (kita) nggak, itu semata-mata kita ingin berkontribusi betul dengan pikiran, data, argumentasi yang ada tentunya address yang kita alamatkan itu adalah institusi formal negara ini,” urainya.

Baca Juga:  Diperintah Megawati, Giliran PDIP Bekasi Seret Kasus Pembakaran Bendera Ke Polisi

Secara tegas, nyanyi mempersilahkan siapapun untuk ambil peran dalam politik praktis. Namun, KAMI dipastikan tidak akan pernah tergoda untuk berubah haluan.

“Nggak akan, itu komitmen kita, karena kita berlatar belakang juga orang-orang yang berlatar belakang politik juga, jadi kita tidak akan mau tergoda betul. Biarkan kawan-kawan yang mau bermain politik praktis silakan dia main melalui partai mereka yang ada,” sambungnya.

Dalam pemberitaan yang telah lalu, Megawati Soekarnoputri menyoroti deklarasi KAMI dan menyarankan untuk sekalian dibentuk sebagai partai politik.

“Saya itu mikir, lah daripada bikin KAMI seperti itu, kenapa ya nggak dulu bikin partai ya,” ungkap Megawati saat membuka Sekolah Partai Angkatan II bagi Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah PDIP secara virtual, Rabu (26/8).[detik/brz/nu]

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan