Penasihat Tim Jokowi-Maruf: Erick Thohir Tidak Cakap Dan Gagal Urus BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir tetap percaya dan optimis terhadap Dirut Inalum yang beberapa waktu viral disemprot Anggota DPR RI Muhammad Nasir ,(Foto: Tribunnews.com)

IDTODAY.CO – Dewan Penasihat Tim Jokowi-Maruf Provinsi Jambi, Feri Irawan mengungkapkan kekecewaannya terhadap Erick Thohir. Hal tersebut dikarenakan BUMN tidak kunjung menunjukkan kinerja maksimal yang dapat memberikan manfaat terhadap rakyat ditengah gagap gempita pemulihan ekonomi Indonesia.

Menurut pria yang akrab disapa Feri Gondrong itu, Erick Thohir terkesan memanfaatkan BUMN untuk memuluskan agenda pribadinya, bukan berdasarkan semangat nawacita.

“Tampak kasat mata tentang gaduhnya BUMN saat ini, tentang PHK masal karyawan BUMN, pengisaian rangkap jabatan pada posisi komisaris, dan masuknya beberapa orang yang terindikasi pro khilafah dalam jajaran komisaris. Ini menunjukan Erick Thohir gagal dan tidak cakap,” urai Feri Irawan sebagaimana dikutip dari RMOL, Selasa (4/8).

Atas dasar itulah, Aliansi Rakyat Jambi Menggugat minta presiden Jokowi untuk melakukan kementerian BUMN sehingga bisa kembali pada semangat perjuangan sebagai penggerak perekonomian bangsa.

“Bukan sebagai ajang Erick Thohir mencari panggung Pilpres 2024,” ujarnya.

Terkait beberapa hal yang disampaikan, Ferry dengan tegas meminta Erick Thohir untuk meninggalkan jabatannya. ”Kita minta agar Erick Thohir turun dari jabatan sebagai Menteri BUMN,” lanjutnya.

Baca Juga:  Amien Rais: Mohon Maaf, Pemerintah Seperti Tidak Ada Akhlak

Sebelumnya, Aliansi Rakyat Jambi Menggugat untuk menyatakan mosi tidak percaya pada Menteri Erick Thohir dengan membentangkan spanduk bertuliskan #erickout dan gambar Menteri BUMN Erick Thohir di sejumlah tempat di kota Jambi.

Spanduk tersebut dibentangkan pada beberapa instansi BUMN seperti Bank Mandiri, PGN, Jasa Raharja, PLN, Telkomsel, Pertamina, Jiwasraya, BTN, BNI, dan BRI.

Untuk diketahui, Aliansi Rakyat Jambi Menggugat didirikan oleh aktivis seperti Cecep Suryana, Feri Irawan, Musri Nauli, dan Roda Pane.[

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan