IDTODAY.CO – Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menyoroti seringnya presiden Jokowi mengeluhkan kinerja anak buahnya dalam setiap momentum rapat.

“Ngeluh lagi. Ngeluh lagi,” begitu sindir Iwan Sumule sebagaimana dikutip dari RMOL, Senin (3/8).

Sindiran tersebut lantaran kekesalannya atas kinerja Jokowi yang dinilai monoton dalam penanganan covid-19.

Keluhan Jokowi itu berkaitan dengan realisasi anggaran corona yang baru terserap Rp 141 triliun dari total Rp 695 triliun yang disediakan untuk stimulus penanganan corona. Berarti hanya 20 persen yang terserap dari anggaran besar tersebut.

Baca Juga:  Pemkot Semarang Ungkap Tiga Perusahaan Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19

Lebih lanjut, Iwan Sumule menilai anggaran besar tersebut hanya merupakan anggaran besar tersebut hanya merupakan anggaran taknberwujudbdan sebatas koar-koar pemerintah semata. Sehingga wajar apabila sampai saat inqsih kecil penyerapannya.

Hal itu sama dengan koar-koar yang sama sempat dipertunjukkan Presiden Jokowi saat menyebut di kantongnya ada Rp 11 ribu triliun data tentang nilai aset sejumlah WNI secara perorangan atau kelompok di luar negeri. Namun hingga kini uang tersebut tidak pernah terbukti masuk ke tanah air.

Baca Juga:  Update 21 Juni: Bertambah 862, Ada 45.891 Pasien Positif Covid di Indonesia

“Jadi apanya yang mau diserap kalau uangnya tidak ada? Rp 11 ribu triliun itu kan hanya prank,” ucapnya.

Dengan demikian, Iwan Sumule mengingatkan Jokowi bahwa serapan anggaran yang minim merupakan tanda sebuah roda pemerintahan tidak bergerak. Sebab, tidak ada program dari pemerintah yang terealisasi ke publik.

Kongkritnya, Iwan Sumule menegaskan bahwa penanggulangan covit-19 di era presiden Jokowi dapat dikatakan tidak berhasil. Karenanya dia meminta Jokowi untuk mengundurkan diri secara sukarela.

Baca Juga:  Selama Masa Transisi New Normal, Khofifah Imbau Warga Malang Raya Disiplin Protokol COVID-19

“Minim serapan anggaran menunjukan tidak ada uang dan juga program tak jalan. Jelas tak akan ada perbaikan. Pak Jokowi, mundurlah,” pungkasnya.[rmol/brz/nu]

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan