Tiga tokoh besar nasional berurutan melontarkan kritik atas kebijakan Presiden Jokowi dalam penanganan wabah corona atau Covid-19.

Setelah KH Said Aqil Sirodj dan Din Syamsuddin, terbaru, kritik dilontarkan mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla
(JK).

Kritik dua kali sosok yang pernah menjabar Wapres itu dinilai mewakili perasaan rakyat Indonesia saat ini.

Demikian disampaikan analis politik Universitas Islam Indonesia (UII), Geradi Yudhistira kepada RMOL, Kamis (21/5/2020).

“Sekilas (kritikan JK) memang tampak rasional dan mewakili sebagian besar masyarakat Indonesia dengan pendapatnya yang sangat rasionallah,” ucap Geradi.

Baca Juga:  Surabaya Akan Terapkan PSBB, Ini Sejumlah Aktivitas yang Dibatasi dan Dilarang

Geradi menekankan, Covid-19 adalah sesuatu yang tidak bisa diukur cara mengalahkannya.

Selain itu, juga tidak diketahui sampai kapan virus asal Kota Wuha, China, itu bakal terus menjangkiti.

Tak hanya itu, juga tidak pernah diketahui kapan antivirus atau senjata untuk melawan corona.

“Maka dari itu, sampai sekarang pun saya pikir Pak JK juga menilai itu,” tekan dia.

Baca Juga:  Jokowi Yakin Corona Berakhir 2020, Amien Rais: Ini Bukan Republik Dukun

Geradi menilai, bahwa pemerintah tidak memiliki sebuah strategi yang jelas untuk mengalahkan Corona ini dengan cara apa pun.

“Justru yang terjadi sekarang adalah mau melonggarkan PSBB,” jelas Geradi.

Sehingga, lanjut Geradi, pernyataan Presiden Jokowi agar rakyat hidup berdamai dengan Corona merupakan pernyataan yang lucu.

“Ini saya pikir juga menjadi sesuatu yang lucu. Karena itu sama saja begini, kita tidak tahu bagaimana cara melawannya, tapi kita disuruh untuk merangkul musuh kita, gitu,” kritiknya.

Baca Juga:  Kebijakan Jokowi Dalam Pandangan Prabowo

“Padahal kita tidak punya pertahanan diri yang kuat untuk melawan musuh kita itu,” terang Geradi.

Karena itu, ia menilai bahwa pandangan dan penilaian publik itu muncul dipicu sendiri oleh pemerintah.

“Menurut saya ini pandangan yang sangat naif ya, seolah-olah Corona ini adalah seperti manusia dan bisa dihadapi dengan sebuah kompromi,” pungkasnya.

Sumber: Pojoksatu.id

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan