Sambut Hari Pahlawan, BPIP: Harus Menumbuhkan Spirit Dan Aktualisasi Pancasila

Rohaniwan sekaligus Pengamat Sosial Romo Benny Susetyo dalam acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta, Inggu (29/5/2016)(Foto: KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)

IDTODAY.CO –  Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Benny Susetyo minta semua kalangan untuk memaknai Hari Pahlawan lebih dari sekedar seremonial belaka. Menurutnya momentum hari pahlawan harus diterjemahkan dalam bentuk perilaku.

Benny menyatakan bahwa pahlawan yang sesungguhnya adalah mereka yang mampu menjadi penggerak nilai Pancasila melalui sektor perekonomian dan pengembangan potensi lokal.

“Jiwa pahlawan saat ini diharapkan dapat menumbuhkan spirit dan mengaktualisasikan Pancasila, mewujudkan kesejahteraan kebersamaan dan aplikasi kehidupan bersama,” katanya dalam keterangan tulis, sebagaimana dikutip dari Merdeka.com (9/11).

Dia mengatakan bahwa makna pahlawan bukan lagi diidentikkan dengan memegang senjata, namun jauh dari itu bagi Benny pahlawan adalah mereka yang mempertahankan nilai-nilai dasar bagi kehidupan.

“Pahlawan mempunyai makna dengan pribadinya rela berkorban segalanya bagi bangsa dan cita-cita bersama”, ucapnya.

Benny menegaskan, Pahlawan bukan hanya mereka yang bertengger di dunia mitologi, melainkan manusia yang berkontribusi secara nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

Baca Juga:  Peneliti Indef Nilai BPIP Dan Kemenko Marves Layak Dibubarkan

“Pahlawan bukan sekedar mitos melainkan mereka yang terus-menerus menemukan kreativitas dalam memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat sesuai dengan kemampuannya”, jelasnya.

Lebih lanjut, Benny mengatakan bahwa mengheningkan Cipta bukanlah Tujuan akhir dari penghargaan kepada para pahlawan. Akan tetapi koma meneladani sikap pengabdian pada kemanusiaan merupakan inti dari perayaan Hari Pahlawan.

“Tentu tak cukup menghormati mereka hanya dengan mengheningkan cipta berulang-ulang tanpa mengaktualkan sikap dan perilaku hidup yang baik,” pungkasnya.[merdeka/brz/nu]

Baca Juga:  Dosen Senior UI Menduga BPIP Dijadikan Central Komite seperti di Komunis China

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan