Sutoyo Abadi: Anies Menang Jika Tidak Dicurangi

Anies Baswedan Kunjungi Lampung(Foto: Twitter/Anies Baswedan)

Pemilu 2024, tinggal sekitar delapan bulan lagi. Secara politik, pemilu menjanjikan kekuasaan, di tingkat legislatif dan eksekutif mulai dari tingkat DPRD kabupaten/kota dan provinsi, DPR RI dan DPD RI, sekaligus posisi mentereng yakni presiden dan wakil presiden periode 2024-2029.

Koordinator Kajian Politik Merah Putih Sutoyo Abadi mengatakan Bakal Calon Presiden Anies Rasyid Baswedan (ABW) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), jika tidak dicurangi oleh oligarki, dipastikan mantan Gubernur DKI Jakarta itu, menang pada pemilu 2024.

“Saya yakin Anies Baswedan akan memenangkan pertarungan Pemilu 2024, , sepanjang pemilunya berjalan secara jujur adil langsung umum bebas rahasia tetapi Anies akan kalah bila terjadi kecurangan manipulasi suara untuk memenangkan oligarki,” ujarnya ketika dihubungi KBA News, kemarin.

Sutoyo melanjutkan, salah satu tanda terjadi kecurangan yang sudah kelihatan yaitu adanya temuan LSM Perkumpulan Warga Negara untuk Pemilu Jurdil yang mengklaim menemukan 52 juta data tak wajar dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang sedang disusun oleh KPU.

“Meskipun KPU secara resmi sudah membantah dan mengatakan jelang Pemilu 2024, akan banyak tuduhan terhadap KPU atas data yang aneh sebagai salah satu upaya delegitimasi penyelengganya bahwa tuduhan itu tidak valid dan mengada-ada, namun temuan 52 juta data siluman itu patut diwaspadai,’ ujar Sutoyo.

Baca Juga:  Pengasuh Pesantren Babussalam Jawa Tengah Doakan Anies-Muhaimin Menang di Pilpres 2024

Kata Sutoyo, siapapun calon presiden yang maju Pilpres 2024 kalah semua terkecuali calon presiden dari pilihan oligarki. Mau apapun sistem pemilunya sudah pasti kalah. Capres yang menang bukan karena dari suara rakyat tapi dari kemenangan hasil manipulasi suara.

“Melihat kebelakang, Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno seharusnya menang Pilpres 2019. Prabowo sebelumnya sudah memberikan sinyal akan ada kecurangan manipulasi suara, makanya dia bilang harus menang dengan angka yang sangat besar, dengan selisih 25 persen. Karena siap akan dicuri sekian belas persen.Dan terbukti Prabowo kalah yang menang Jokowi,”paparnya.

Dia menuturkan, belajar dari kecurangan manipulasi suara yang dilakukan oligarki, di Pemilu 2019, di Pilpres 2024 ini kali jangan main-main untuk melakukan hal yang sama, sama-sama ingin bermain curang lagi untuk merekayasa suara.

Semua eleman masyarakat yang peduli dengan hajatan besar pesta demokrasi lima tahunan itu, menginginkan Pemilu 2024 berjalan aman dan bermartabat dari penyelenggaraan pemilu yang berkualitas, ditandai dengan lahirnya kontestasi yang sehat tanpa persaingan politik “hitam” yang hanya mementingkan kelompok tertentu.

Baca Juga:  Guru Besar UMY: Dukungan Warga Jawa Tengah ke Anies akan Naik Secara Signifikan

“KPU tidak bisa bermain manipulasi angka lagi untuk memenangkan kelompok tertentu karena sekarang sudah banyak gerakan masif yang memantau jalannya suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) secara online langsung dari sumbernya sehingga tidak bisa lagi direkayasa oleh KPU untuk kepentingan politik tertentu. Sudah banyak perangkat-perangkat yang dibuat untuk mengantispasi kecurangan Pemilu 2024.”

“Kalau sampai ditemukan kecurangan pada Pemilu 2024, rakyat turun ke jalan dan bisa mengancam keselamatan Negara Kesatuan Indonesia (NKRI), daerah-daerah bisa minta merdeka karena rakyat sudah marah dengan rezim ini. Oligarki dan para taipan di belakang layar, jangan remehkan massa aksi karena bisa menyulut rakyat untuk melakukan gerakan people power, menuntut Jokowi mundur,” sambungnya lagi.

Tidak bodoh

Pertemuan putri “mahkota” PDI Perjuangan Puan Maharani dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, dua hari lalu, menurut Sutoyo Abadi, tidak akan memengaruhi nasib Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) meninggalkan Anies Baswedan.

“Menurut saya SBY tidak sebodoh itu. Hubungan Megawati dengan SBY tidak semudah dimanipulasi dengan proses politik murahan semacam itu. Idealisme Partai Demokrat tidak semurah yang dibayangkan PDI Perjuangan. Partai Demokrat tetap bersama Anies Baswedan di Koalisi Perubahan, tetap bersama Partai NasDem dan PKS,” tutur Sutoyo.

Baca Juga:  Anies Nilai Subsidi Mobil Listrik Tidak Tepat: Kendaraan Umum Lebih Butuh Subsidi

Sutoyo menambahkan, pertemuan Puan-AHY, hanyalah permainan para buzzer murahan., tidak lebih dari pada itu. Jadi, Partai Demokrat tidak akan terpengaruh sama sekali. Koalisi Perubahan tetap solid dan siap mengantarkan Anies Baswedan jadi Presiden RI 2024-2029, merupakan harapan rakyat untuk perubahan dan perbaikan buat bangsa kedepan yang selama ini ditunggangi kepentingan oligarki dan para taipan selama puluhan tahun menguasai pusaran kekuasaan di Indonesia. Oleh karena itu, lanjutnya, masalah Bakal Calon Wakil Presiden tidak usah diperdebatkan lagi karena sudah ada di “kantong” Anies Baswedan.

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa calon wakil presiden sudah ada di Anies, tinggal tunggu waktunya kapan diumumkan, sudah sangat tenang tidak bergejolak. Yang perlu kita konsentrasi adalah konsentrasi menghadapi guncangan dari Moeldoko yang dengan berbagai cara ingin mengkudeta Partai Demokrat,’ tukas Sutoyo mengakhiri perbincangan.

Sumber: kbanews

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan