Syahganda Nainggolan: Anies Pemimpin Pemberani, Tak Gentar Ditekan Intelijen Negara

Aktivis senior, Syahganda Nainggolan saat sedang di Belanda/Ist

Aktivis pergerakan Indonesia, Syahganda Nainggolan berpendapat, Anies Baswedan adalah pribadi yang pemberani meski mendapat tekanan intelijen negara.

Hal itu disampaikan Syahganda Nainggolan dalam sebuah diskusi publik di Kota Solo belum lama ini.

Dalam kesempatan tersebut, pada awalnya Syahganda Nainggolan menyebutkan bahwa saat ini demokrasi terpecah dalam dua hal. Yaitu demokrasi melalui election dan demokrasi lewat people power seperti reformasi 98.

“Ada yang mendukung demokrasi melalui election. Seperti saya yang mendukung Anies Baswedan,” ujar aktivis yang pernah dipenjara 4 kali saat Orde Baru berkuasa itu.

Dalam pandangan Syahganda Nainggolan, Anies Baswedan adalah figur yang pemberani seperti pihak-pihak yang menuntut reformasi.

“Jangan bilang Anies Baswedan tidak seperti kita (pemberani). Saya kasih tahu siapa orang yang mengizinkan pemakaian tempat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pada tanggal 18 Agustus 2019. Orang itu adalah Anies Baswedan,” tegasnya.

Baca Juga:  PDIP Menyayangkan Keputusan Anies Kembali Bangun Kampung Susun Akuarium yang Dulunya Digusur Ahok

Menurut Syahganda, realitas itu tidak banyak yang mengetahui. Di mana pada saat itu, Anies Baswedan ditekan seluruh kekuatan intelijen negara supaya tidak memberi tempat bagi pencetus KAMI.

“Ini banyak yang menekan. Seluruh kekuatan intelijen supaya tidak memberi tempat Pak Gatot (Gatot Nurmantyo), Dien, Amien Rais. Tapi Anies Baswedan dengan tegas mengatakan pakai tempat itu. Di Tugu Proklamasi. Ini saya sampaikan supaya orang tahu sejak dulu dia (Anies Baswedan) pemberani,” ungkap Syahganda.

Sumber: kbanews

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan