Bacapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan tidak hanya pandai dalam memberi retorika di depan publik. Setelah menulis opini berjudul “Meluruskan Jalan, Menghadirkan Keadilan”, Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 kembali menuangkan pikirannya dalam kolom berjudul “Indonesia Darurat Krisis Iklim” di Harian Media Indonesia, edisi, Senin, 12 Juni 2023.

Anies membuka tulisan dengan reportase kondisi anak-anak, warga pesisir Demak, Jawa Tengah yang berlari dengan gembira bermain sepak bola. Di sisi lain, dia memaparkan gambar kontras bahwa wajah para orangtua dibuat murung bersama matahari tenggelam.

“Warga pesisir Demak, Jawa Tengah, setiap hari terpaksa berjibaku menghadapi abrasi laut,” tulis Anies seperti dikutip KBA News.

Menurut Anies, akibat abrasi, efek turunannya adalah warga dipaksa membeli air bersih dengan harga tinggi sampai pada titik keputusasaan menjual tanah dengan harga yang sangat rendah. Dia menulis kondisi itu layaknya air laut yang menggenangi rumah mereka (warga pesisi Demak) setiap sore.

Baca Juga:  Anies: Institusi Bekerja untuk Publik, Bukan Kepentingan Keluarganya Sendiri

“Harapan-harapan mereka kerap tenggelam dalam ketidakpastian,” tulis Anies.

Dia bersyukur bisa melihat kondisi tersebut saat bertemu dan mendengar harapan warga pesisir Demak saat melakukan tirakat. Laku ini menurutnya dilakukan untuk mendengar, menyerap, dan merasakan kondisi terkini yang ada di masyarakat.

Dia bilang ada beragam masalah yang dirasakan warga. Kondisi itu di antaranya bukan hanya dirasakan di pesisir Demak. Wilayah lain seperti pulau-pulau kecil sepanjang wilayah Kepualauan Riau, Miangas, sampai selatan Borneo nyaris tenggelam.

Anies beralih kepada sub judul masalah bahwa komitmen pemerintah dalam menghadapi krisis iklim dengan kalimat “Target tinggi, inkonsisten di realisasi”. Menurut dia, beragam komitmen penyelesaian iklim sudah dibuat dengan target tinggi.

“Sayangnya pencapaiannya belum setinggi yang diharapkan. Environmental Performance Index (EPI) Indonesia berada di klasemen bawah, posisi 164 dari 180 negara,” tulis dia.

Baca Juga:  Soal Dukungan LaNyalla Maju di Pilpres 2024, Pengamat: Hiburan di Tengah Pandemi

Angka itu tulis Anies tidak mencerminkan performa yang rendah, tetapi menjadi cermin buram bahwa penyelenggara negara belum memprioritaskan dan menghadirkan kualitas hidup yang baik bagi warganya. Meski begitu, dia bersyukur sudah menghadirkan ikhtiar solusi iklim khususnya di Jakarta.

Fokus ikhtiar menghadapi krisis iklim di Jakarta kata Anies adalah pada transportasi yang terintegrasi, memperbaiki tata Kelola lingkungan, dan memenuhi kebutuhan dasar warga. Secara konsisten tulis Anies, gagasan it uterus dikembangkan agar skala dampaknya makin membesar.

Salah satu contoh ikhtiar Anies menghadapi krisis iklim di Jakarta adalah mengubah paradigma transportasi konvensional pengguna kendaraan pribadi ke kendaraan umum terintegrasi. “Hasilnya, pada 2021, jangkauan wilayah transportasi umum yang andal naik 2 kali lipat sehingga jumlah penumpang Trans-Jakarta melebihi angka 1 juta penumpang per hari,” tulis Anies.

Baca Juga:  Jusuf Kalla Terang-terangan Sebut Ahok Biang Kerok Perpecahan: Dia Sosok yang Sangat Berbahaya, Beda dengan Anies Baswedan

Menurut Anies, dalam menghadapi krisis iklim juga memerlukan penguatan kolaborasi dan diplomasi. Hal ini bisa dilakukan saat dirinya berkolaborasi dengan komunitas Ciliwung. Dalam hal diplomasi, Indonesia harus meninggalkan diplomasi transaksional.

“Kita tak bisa sekadar menggadaikan kekataan alam untuk mendapatkan posisi tawar. Ketika hutan habis dibabat, pasir laut direlakan pergi, harga diri bangsa ini lama-lama terkikis,” tulis Anies.

Salah bentuk kolaborasi itu Anies mengajak generasi kiwari atau milenial. Menurut Anies, sudah saatnya memberi ruang kolaborasi pada anak muda untuk menghadapi krisis iklim. Dengan melakukan ini menurutnya akan semakin banyak lahir terobosan dan kebaruan solusi yang akan muncul untuk menghadapi krisis iklim.

“Izinkan kami merajut kebersamaan dan berkolaborasi menghadapi problem penting generasi kiwari,” tulis Anies dalam kalimat penutup opini.

Sumber: kbanews

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan