Pegawai BMKG Tolitoli Ditangkap Polisi Usai Kedapatan Konsumsi Sabu

Foto: Pegawai BMKG Tolitoli ditangkap saat nyabu (dok. istimewa)

IDTODAY.CO – Kedapatan sedang mengkonsumsi sabu, pegawai Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Sultan Bantilan Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng), ditangkap aparat kepolisian Satnarkoba Polres Tolitoli di ruang kerja.

“Hari ini, penyidik baru saja selesai melakukan pemeriksaan atas penyalahgunaan narkoba oleh oknum pegawai yang bekerja di BMKG Tolitoli dan rekannya yang merupakan seorang petani. Dua paket sabu yang dikemas dalam plastik bening, disita dari keduanya saat ditangkap,” ungkap Kasat Narkoba Polres Tolitoli, AKP S Kinsale, Minggu (24/5) malam. Seperti dikutip dari detik.com (25/05/2020).

Baca Juga:  Megawati Klaim PDI-P Siap Bantu BMKG Hingga Minta Jokowi Adakan Rapat Kabinet

Pegawai BMKG Tolitoli yang berinisial MK alias A (34) ditangkap di ruang kerjanya saat bertugas melakukan pengawasan cuaca pada malam Lebaran. Sementara rekannya yang merupakan seorang petani, berinisial K alias A (26), ditangkap saat mengkonsumsi sabu di salah satu rumah dinas milik BMKG di Bandara Sultan Bantilan.

“Awalnya penangkapan berlangsung pada K alias A (26) saat nyabu di rumah dinas BMKG. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan 16 paket sabu dengan berat bruto 2,87 gram, bersama 1 buah timbangan digital. Kami menduga yang bersangkutan terlibat dalam peredaran narkoba di daerah Tolitoli,” tutur Kinsale.

Baca Juga:  BMKG Minta Warga di Jabar Waspada Potensi Hujan Disertai Angin Kencang Hari Ini

Selanjutnya dilakukan pengembangan dan mengarah ke pegawai BMKG. Dia pemilik rumah dinas yang ditempati oleh K alias A saat sedang mengkonsumsi sabu.

MK alias A ditangkap saat di ruang kerja, di Kantor BMKG Tolitoli. Sabu beserta alat isap bong ditemukan dalam saku celana.

“Pegawai BMKG tersebut kami tangkap saat di dalam ruangan kerjanya pada malam Lebaran kemarin. Satu paket sabu seberat 0,35 gram ditemukan dalam saku celana. Selain itu juga, kami menemukan alat isap bong dan sejumlah plastik klip bening yang biasa digunakan untuk mengedarkan sabu,” ujar Kinsale.

Menurut Kinsale, berdasarkan dari alat bukti yang diamankan dari kedua pelaku, mereka merupakan sindikat peredaran sabu. MK alias A mengaku bahwa sebelum pergi berangkat ke kantor, dia mengkonsumsi sabu bersama rekannya K alias A di rumah dinas.[Aks]

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan