Antisipasi Penularan di Pesantren, PKB Desak Pemerintah Produksi Massal Alat Rapid Test Buatan BPPT

Junaidi/PBNU, Ketua Bidang Agama dan Dakwah DPP PKB, Syaikhul Islam Ali yang akrab disapa Gus Syaikhul. (Foto: Tribunnews.com)

IDTODAY.CO – Ketua Bidang Agama dan Dakwah DPP PKB, Syaikhul Islam meminta pemerintah untuk memikirkan secara matang dan mempertimbangkan secara seksama rencana penerapan pola hidup normal baru (new normal) di tengah pandemik Covid-19 yang direncanakan akan diberlakukan pemerintah mulai 1 Juni 2020.

Ia mengingatkan, pemerintah tidak hanya memikirkan dampak pada ekonomi semata, melainkan juga harus memikirkan bidang pendidikan seperti pesantren.

 “Selain ekonomi, pemerintah juga harus memikirkan pesantren, keselamatan santri, ustaz dan kiai harus diperhatikan. Pemerintah harus menyediakan alat rapid test dan alat kesehatan lainnya di pesantren,” kata Syaikhu lewat keterangan persnya sebagaimana dikutip dari Rmol.id, Rabu (27/5).

Menurutnya, pemerintah patut memberikan prioritas kepada pesantren dalam pencegahan dan penanganan untuk menghadapi new normal. Pasalnya, pesantren merupakan komunitas besar sangat rentan terhadap penularan wabah Covid-19.

“Saya rasa itu lebih bagus daripada menggunakan rapid test secara acak yang tidak jelas arah dan targetnya,” ungkap anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKB ini.

Di samping itu, Syaikhul mengapresiasi adanya alat rapid test yang diciptakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Pasalnya, alat itu sudah memberikan hasil cepat dalam waktu sekitar 15 menit dengan akurasi 75 persen.

Baca Juga:  PKB Pastikan Anies-Cak Imin Akan Menjadi Pendaftar Pertama Capres-Cawapres ke KPU

“Kita sangat apresiatif dengan alat rapid test buatan BPPT yang akurasinya sampai 75 persen dengan hasil dapat diketahui hanya 15 menit,” terangnya.

Iapun menegaskan bahwalingkungan pesantren sangat membutuhkan alat kesehatan dalam menghadapi new normal, dan jangan sampai terjadi kluster baru. Karenanya, ia sangat berharap pemerintah segera melakukan produksi massal terhadap alat rapid test tersebut

“Tentu kita di Komisi VII yang bermitra dengan BPPT berharap alat ini segera diproduksi massal, utamanya untuk mendukung new normal,” pungkasnya.[Brz]

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan