K.H. Fahmi Basya: Kehadiran Wakil Presiden Digambarkan Langit Terang dan Penuh Bintang-bintang

K.H. Fahmi Basya: Kehadiran Wakil Presiden Digambarkan Langit Terang dan Penuh Bintang-bintang ( Foto: detikcom )

Bakal calon wakil presiden (Bacawapres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Imin menghadiri acara Silaturahim Kebangsaan dengan 1000 Kiai dan Bu Nyai di Pondok Pesantren Al-Falahiyyah, Mlangi, Yogyakarta, Rabu, 11 Okober 2023.

Dalam acara tersebut Gus Imin mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Pengasuh Ponpes Al Falahiyyah Mlangi Yogyakarta Fahmi Basya.

“Maturnuwun Gus Fahmi Basya, Pengasuh Ponpes Al Falahiyyah Mlangi Yogyakarta. Do’a dan dukungan panjenengan semua menambah energi perubahan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, makmur dan sejahtera,” tulis Muhaimin di akun instagram resminya, sebagaimana dikutip KBA News, Jumat, 13 Oktober 2023.

Dalam acara Silaturahim Kebangsaan dengan 1000 Kiai dan Bu Nyai itu, Pengasuh Ponpes Al Falahiyyah Mlangi Yogyakarta Fahmi Basya menceritakan ketika beliau mendapatkan petunjuk dari Yang Maha Kuasa di malam hari.

Baca Juga:  Anies Baswedan: Kita Tidak Sadar, Bahasa Indonesia adalah Kemewahan Luar Biasa

“Jauh-jauh sebelum orang itu ngomong tentang kado terbaik Nahdaltul Ulama, saya juga sudah bilang sebab saya pernah menjalankan 7 hari, pas waktu 7 hari saya nariyah, langit itu tidak ada bintang tidak ada apa-apa.”

“Tapi begitu saya selesai 7 hari dan saya sebutkan ya Allah, saya memohon punya wakil presiden yang benar-benar asli dzuriyah Nahdlatul Ulama dan betul-betul nantinya akan mengawal perjalanan Ahlussunah wal Jamaah dan ternyata setelah itu langit terang dan penuh bintang-bintang. Setelah itu, saya langsung ngomong, Bismillah, Insya Allah, kayak apapun Gus Muhaimin di manapun saya ikut,” sambung K.H. Fahmi Basya.

Sebelumnya, Gus Imin dalam sambutan di depan kiai dan bu nyai menuturkan peran politik Ahlussunah wal Jamaah dan definisi perubahan bersama Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan merupakan satu rangkaian politik Ahlussunah wal Jamaah. Keterlibatan para ulama dalam perjuangan kemerdekaan, pasca kemerdekaan hingga pemerintahan saat ini.

“Saya dan PKB bisa diibaratkan sebagai aliran yang mengalir. Aliran politik Ahlussunnah wal Jamaah yang mengalir. Aliran politik perjuangan Ahlussunnah wal Jamaah sumber mata airnya langsung murni dari KH Hasyim Asy`ari,” kata Gus Imin.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyampaikan bahwa tidak mengapa dia menjadi Cawapresnya Anies Baswedan yang penting adalah Dwi Tunggal atau satu dalam satu kesatuan untuk Indonesia lebih baik.

“Gak apa-apa saya Cawapres, mas Anies Capres yang penting satu syarat: Dwi Tunggal, dua menjadi satu, satu dalam satu kesatuan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Gus Imin menuturkan sambutan dari masyarakat di berbagai daerah terhadap Pasangan AMIN sangat luar biasa. Mulai Indonesia Timur, Barat, bahkan di Jawa Timur hingga Jakarta menginginkan perubahan,

“Alhamdulillah saya keliling Indonesia sambutannya luar biasa. Gairah masyarakat Masya Allah. Seluruh Indonesia Timur, Indonesia Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, semuanya menginginkan perubahan,” imbuhnya.

“Dalam waktu singkat, Insya Allah kalau AMIN ini menang, kita akan ubah dari Indonesia yang bertahan menjadi negara pengimpor beras, dalam waktu lima tahun kita menjadi pengekspor beras ke seluruh dunia,” sambungnya.

Cicit Mbah Bisri Syansuri itu menegaskan bahwa AMIN ingin adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Mulai dari pendidikan berkualitas, lapangan pekerjaan, hingga kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Tugas saya dan mas Anies adalah menggelar karpet kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya

Sumber: Kbanews.com

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan