Menteri Balikin Suap 27 M Sepi Aksi, Giliran Kalimat “Bajingan Tolol” Didemo

Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution (RMOL)

Sebuah paradoks sedang terjadi di negeri ini. Pasalnya, kasus besar korupsi tidak lagi menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Semua justru sibuk pada hal remeh temeh yang tidak substansial.

Begitu kira-kira pandangan Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution lewat kicauannya di akun media sosial X, platform yang dulu dikenal dengan nama Twitter, pada Kamis (3/8).

Syahrial merasa heran lantaran kasus korupsi yang merajalela di era Jokowi, bahkan diduga hingga menjalar ke dalam kabinet, tidak membuat masyarakat menjadi geram. Indikatornya, tidak ada aksi-aksi dari kalangan mahasiswa maupun aktivis atas kasus-kasus korupsi tersebut.

“Menteri seenaknya balikin duit suap Rp27 M dan (ada kasus) Rp 349 T aksi TPPU di Kemenkeu, tidak ada riak gelombang demonstrasi,” tegasnya.

Tapi di satu sisi, kasus remeh temeh seperti pernyataan pengamat politik Rocky Gerung tentang “bajingan tolol” justru mengundang aksi demonstrasi. Para relawan Jokowi berduyun-duyun menggelar demo, sekalipun Jokowi menganggap pernyataan Rocky sebagai hal kecil.

“Satu kalimat “Bajingan Tolol” sebagai kritik terhadap kinerja presiden, seolah-olah negeri ini besok akan roboh. Negeriku ganas,” tutupnya.

Baca Juga:  10 Ribu Relawan Jokowi Akan Gelar Aksi 'Tangkap Rocky Gerung' 10 Agustus

Sumber: rmol.id

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan