IDTODAY.CO – Pandemik virus Corona atau Covid-19 memukul semua sektor. Diantaranya adalah sektor usaha yang banyak melibatkan pekerja, baik buruh kasar, pekerja pabrikan dan seterusnya. Sudah ribuan bahkan puluhan ribu pekerja kena PHK dan ada yang dirumahkan.

Tidak sampai disitu masyarakat dikagetkan dengan lonjakan tagihan listrik yang naik tidak seperti biasanya. Banyak warga yang berprasangka apakah PLN secara diam-diam menaikan tarif listrik.

Namun, atas keluhan masyarakat itu pemerintah biru-buru membantah ada kenaikan listrik.

“Lonjakan tarif listrik yang tinggi disebabkan oleh konsumsi yang jauh lebih banyak saat kita lebih sering beraktifitas di rumah,” ujar Jurubicara Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia, dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOLNetwork, Senin (8/6).

Baca Juga:  Pandemi Corona Bikin Pendapatan PLN Anjlok Rp 3 T per Bulan

Alasan kenaikan tagihan listrik lainnya karena penggunaan masyarakat di rumah meningkat, Angkie Yudistia menyebutkan bahwa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga menjadi faktor penyebabnya.

Atas sanggahan pemerintah itu, mantan Menteri Olahraga era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut lingkaran istana semakin karut marut dengan posisi staf khusus milineal Presiden Jokowi itu.

“Ini job-Desc Lingkaran 1 Istana spt makin karut-marut. Sejak kapan StafSus Millenial (apalagi Bidang Sosial) @AngkieYudistia jadi pengganti Jubir @fadjroeL,” tanya Roy Suryo dalam akun Twitter pribadinya, sesaat lalu.

Praktisi multimedia dan telematika ini, khawatir apa yang disampaikannya salah dan hoax karena ambil urusan teknis PLN.

“Khawatirnya Salah lagi, karena urusan teknis @pln_123 bukan bidangnya, spt saat sebar HoaX ttg COVID-19 dulu. AMBYAR,” sambung Roy Suryo.

Sebelumnya, Angkie Yudistia sempat heboh karena menyebut deteksi dini Covid-19 selama 10 detik. Tulisannya telah ia hapus dari akun Instagramnya.

Baca Juga:  Dibongkar Roy Suryo, Denny Siregar sampai Addie MS Disebut Menyebar Hoaks!

Angkie menulis, Di masa inkubasi, virus [Corona] mungkin belum terdeteksi [ketika check-up]. Tunggu sudah bersin-bersin atau batuk. Cek diri yang paling mudah seperti yang di Taiwan. Bangun pagi, tarik nafas yang dalam, lalu tahan 10 detik. Kalau batuk, kemungkinan besar segera ada tindakan.

Metode 10 detik deteksi dini Covid-19 telah dinyatakan hoaks oleh Masyarakat Anti Hoax Indonesia (Mafindo), salah satu organisasi terdepan pemeriksa fakta. Cara deteksi yang benar adalah lewat PCR oleh Kementerian Kesehatan.

Sumber: rmolbanten.com

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan