IDTODAY.CO – Kematian tiga pangeran Arab Saudi masih diselimuti kabut misteri. Ketiganya wafat dalam satu bulan terakhir ini.

Dikutip dari detik.com (11/07/2020), Pada 4 Juni lalu, kerajaan Arab Saudi mengumumkan meninggalnya Pangeran Saud bin Abdullah bin Faisal bin Abdulaziz Al Saud. Namun pihak kerajaan tidak menjelaskan penyebab kematiannya.

“Pemakaman Yang Mulia Pangeran Saud bin bin Abdullah bin Faisal bin Abdulaziz akan berlangsung hari Jumat (5/6) di Riyadh,” tulis Saudi Arabia Press (SPA).

Selanjutnya, pada bulan yang sama, kerajaan kembali Kerajaan Saudi mengumumkan bahwa Pangeran Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz bin Saud bin Faisal Al Saud meninggal dunia pada Minggu (28/6) dinihari waktu setempat. Namun penyebab kematiannya juga masih menjadi misteri.

Baca Juga:  Semprot Trump, Raja Salman: Tak Ada Normalisasi Hubungan Dengan Israel Tanpa Solusi Yang Adil

Berselang sepekan lebih, kabar duka itu kembali datang dari kerajaan Arab Saudi. Kerajaan Arab Saudi mengumumkan Pangeran Khalid bin Saud bin Abdulaziz Al Saud meninggal dunia pada Selasa (7/7/2020). Pangeran Khalid dilaporkan wafat di luar negeri.

“Kerajaan mengumumkan wafatnya Pangeran Khalid bin Saud bin Abdulaziz Al Saud, yang meninggal dunia di luar negeri,” demikian pengumuman tersebut seperti yang dilansir Kantor berita SPA, Selasa (7/7/2020).

Pangeran Khalid wafat pada Selasa (7/7) pukul 18:49 waktu setempat. Namun, tidak ada penjelasan soal negara tempat wafatnya sang pangeran ataupun penyebab kematiannya.

Terkait dengan kematian tiga pangeran, pihak kerajaan Arab Saudi belum memberikan penjelasan lebih lanjut. Akan tetapi, dalam sebuah laporan, dokter di rumah sakit elit yang merawat anggota keluarga Al-Saud kala itu menyiapkan sebanyak 500 tempat tidur, dan menekankan kondisi di kerajaan Saudi dalam keadaan ‘siaga tinggi’.

“Arahan harus siap untuk V.I.P dari seluruh negara,” tulis pesan dari Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal yang diterima The New York Times pada Selasa (7/4/2020).

“Kami tidak tahu berapa banyak kasus yang akan kami dapatkan tetapi waspada, semua pasien kronis harus dipindahkan secepatnya, kasus ‘darurat’ yang akan diterima lebih awal,” lanjut pesan tersebut.

Baca Juga:  Pemerintah Arab Saudi Putuskan Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun Ini Tetap Digelar Namun Terbatas

Setelah Arab Saudi mengumumkan kasus pertamanya, lebih dari enam Minggu dari kejadian itu, virus Corona atau COVID-19 dilaporkan turut menginfeksi keluarga kerajaan. Ketika itu, sebanyak 150 bangsawan di kerajaan diyakini telah terinfeksi virus Corona.

Bahkan dikabarkan, Raja Salman sempat mengasingkan diri demi menjaga keselamatannya di sebuah istana pulau dekat kota Jeddah di Laut Merah. Sementara Putra Mahkota Mohammed bin Salman, putranya dan penguasa de facto yang berusia 34 tahun dikabarkan mundur, dan banyak pula para menteri yang pergi ke tempat terpencil di pantai yang sama, di mana rencananya akan membangun kota futuristik yang dikenal dengan Neom.[detik/aks/nu]

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan