Lebih Sadis dan Kejam dari Tragedi Hiroshima, Israel telah Jatuhkan 18.000 Ton Bom ke Gaza

Lebih Sadis dan Kejam dari Tragedi Hiroshima, Israel telah Jatuhkan 18.000 Ton Bom ke Gaza (Foto: AP)

Militer Israel telah menjatuhkan lebih dari 18 ribu ton bom ke Gaza, 1,5 kali lebih banyak dari berat total bom yang dijatuhkan di Hiroshima Jepang pada Perang Dunia II, demikian dikutip dari kantor berita Turki, Anadolu Agency, Jumat (3/11/2023).

Data itu merujuk pada keterangan kepala kantor media pemerintah di Gaza, Salama Marouf. Berbicara kepada pers, Salama Marouf juga mengatakan pasukan Israel juga telah menghancurkan 85 gedung pemerintah di Gaza.

“Di Gaza, Israel telah menghancurkan 47 masjid dan menimbulkan kerusakan signifikan pada tiga gereja. Lebih dari 200.000 bangunan rusak, 32.500 di antaranya tidak dapat dihuni, 203 sekolah mengalami kerusakan parah, dan 45 sekolah kini tidak beroperasi sama sekali. Karena intensitas serangan,” kata Salama.

Salam sendiri mengatakan pihaknya masih terus mendata jumlah kerusakan akibatbserangan militer Israel sehingga data tersebut masih akan terus bertambah.

Berdasarkan Konvensi Jenewa, serangan terhadap rumah ibadah dan sekolah serta bangunan sipil lainnya adalah dilarang. Israel mengklaim para militan berlindung di dalam atau di sekitar bangunan-bangunan tersebut.

“Tentara Israel membantai 908 keluarga, menyebabkan kematian ribuan orang,” tambah Marouf.

Sebanyak 35 jurnalis, 124 petugas kesehatan, dan 18 personel pertahanan sipil dari tim penyelamat darurat juga tewas dalam serangan itu.

2.510 Pelajar Palestina Tewas

Salama Marouf, juga mengatakan mengatakan kepada media bahwa sejauh ini sebanyak 2.510 pelajar telah tewas dalam konflik yang sedang berlangsung.

Dia mengatakan bahwa konflik tersebut telah mengubah Jalur Gaza menjadi zona bencana, dengan lebih dari 1,5 juta orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka, mencari perlindungan di tempat penampungan.

Marouf mengatakan, pasukan Israel juga telah menghancurkan 82 kantor pemerintah dan puluhan lembaga pelayanan serta fasilitas umum.

“212 sekolah mengalami kerusakan dalam berbagai tingkat akibat serangan tersebut, dan 45 sekolah tidak dapat beroperasi,” tambahnya.

Tentara Israel telah memperluas serangan udara dan daratnya di Jalur Gaza, yang telah mengalami serangan udara tanpa henti sejak serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober.

Lebih dari 10.300 orang telah tewas dalam konflik tersebut, termasuk setidaknya 8.796 warga Palestina dan lebih dari 1.538 warga Israel.

Selain banyaknya korban jiwa dan pengungsian, pasokan bahan pokok bagi 2,3 juta penduduk di Gaza semakin menipis akibat pengepungan Israel.

Tolak Mengurus Pengiriman Senjata ke Israel

Serikat pekerja di Belgia mendesak anggotanya untuk tidak menangani pengiriman senjata yang ditujukan ke Israel di tengah konflik dengan Palestina.

Serikat pekerja mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa genosida sedang terjadi di Palestina, demikian dikutip dari kantor berita Turki, Anadolu Agency, Kamis (2/11/2023).

Baca Juga:  Bombardir Gaza, Israel Klaim Hanya Sebagai Serangan Balasan

Mereka mendesak pekerja ground handling di bandara untuk tidak menangani pengiriman senjata yang ditujukan ke zona konflik.

Serikat pekerja menuntut gencatan senjata segera di Timur Tengah dan menuntut pemerintah Belgia tidak mengizinkan transit senjata melalui bandara.

Serikat pekerja menyatakan solidaritasnya dengan mereka yang menganjurkan perdamaian di Timur Tengah.

Tentara Israel telah memperluas serangan udara dan darat di Jalur Gaza, yang telah mengalami serangan udara tanpa henti sejak kelompok Palestina, Hamas, melancarkan serangan mendadak terhadap Israel pada 7 Oktober.

Serangan Israel telah merenggut 8.525 nyawa di Jalur Gaza, kata Kementerian Kesehatan di daerah kantong yang diblokade itu, Selasa.

Lebih dari 1.538 warga Israel tewas dalam konflik tersebut.

Reaksi Berbalik

Genosida yang dilakukan militer di Gaza kini mulai mendapat reaksi negatif dari negara yang semula simpati pada Israel. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Rabu (1/11/2023) menyatakan keprihatinan mendalam mengenai dampak serangan Israel di Jalur Gaza.

Dia mengatakan penderitaan warga sipil Palestina yang terus berlanjut bukanlah sebuah harga keadilan yang dapat diterima.

“Israel mempunyai hak untuk membela diri, namun keadilan tidak bisa berupa penderitaan yang terus-menerus yang dialami seluruh warga sipil Palestina,” kata Trudeau kepada wartawan di Ottawa.

“Kami sangat prihatin dengan dampak bencana terhadap penduduk di Gaza, khususnya di kalangan anak-anak, itulah sebabnya kami menyerukan bantuan kemanusiaan dan air serta bahan bakar untuk dialirkan ke Gaza,” katanya.

Baca Juga:  Pemimpin Palestina: Trump Merusak Hubungan dan Politik Internasional

Tak hanya Kanada, Yunani juga khawatir atas meningkatnya jumlah kematian warga sipil akibat serangan Israel di Gaza.

Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis mengatakan militer Israel harus mempertimbangkan hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional. Yunani juga memberikan penekanan khusus pada perlunya koridor kemanusiaan dan jeda kemanusiaan untuk meringankan penderitaan warga sipil di Gaza.

“Gambar-gambar yang saat ini disiarkan oleh media dari Gaza sangatlah tragis,” ungkap Kyriakos.

“Ribuan orang, (termasuk) anak-anak, kehilangan nyawa mereka dalam serangan yang telah meningkat melampaui apa yang diharapkan sebagai respons yang wajar terhadap serangan terhadap Israel,” lanjutnya.

Kanselir Jerman Olaf Scholz juga menekankan pentingnya melindungi kehidupan warga sipil di Gaza. Hal itu disampaikan Olaf saat melakukan panggilan telepon ke Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Kanselir memperbarui solidaritas Jerman yang tak tergoyahkan terhadap Israel. Sementara itu, dia menggarisbawahi pentingnya melindungi warga sipil dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk di Jalur Gaza,” kata juru bicara pemerintah Steffen Hebestreit dalam pernyataan pers.

Komunikasi kanselir Jerman dengan PM Israel terjadi israel membom kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza dilaporkan menyebabkan ratusan orang tewas dan terluka.

Sumber: tvonenews.com

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan