Ketua Umum Koalisi Peduli Jakarta (KPJ), Amos Hutauruk menyebut, Jakarta saat ini memiliki seorang great leader governor yang lugas.

Hal itu merujuk pada pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di hadapan pemimpin negara lain dalam forum pertemuan Cities Against Covid-19 Global Summit 2020-Virtual, 2 Juni lalu.

Dalam forum itu, Anies berbicara perihal pembangunan DKI Jakarta yang manusiasi dan maju.

Demikian Amos Hutauruk dalam memandang prestasi Anies Baswedan dalam memimpin DKI Jakarta kepada RMOL, Selasa (9/6/2020).

Karena itu, Amos mengapresiasi Anies yang mendapat kehormatan menjadi satu dari empat pembicara utama dalam forum dimaksud.

Dalam forum itu, selain Anies, pembicara utama lainnya adalah Wali Kota London Sadiq Khan.

Juga, Gubernur Maryland Larry Hogan dan Wali Kota Moscow Sergei Sobyanin.

Sementara tokoh yang menjadi pembicara kunci dalam pertemuan itu adalah Wali Kota Seoul Park Wonsoon.

Acara itu melibatkan wali kota dan gubernur di 40 kota atau provinsi negara bagian dari berbagai belahan dunia.

Baca Juga:  Di Depan Forum Doktor, Anies Baswedan akan Paparkan Visi Misi Capres

Anies mengajak semua wali kota dan gubernur untuk melihat ke depan dengan mengantisipasi perubahan yang perlu dilakukan dalam memandang tata ruang menjadikan kota yang tangguh dan membangun kolaborasi sosial.

“Kita semua sudah mendapatkan pengalaman menghadapi pandemi ini. Namun, saya pikir penting bagi kita semua untuk melihat hal-hal di balik pandemi,” kata Anies melalui video yang diunggah Pemprov DKI, Minggu (7/6).

Menurut Anies, pandemi Covid-19 tidak hanya memunculkan masalah baru, tetapi juga berbagai kesempatan lainnya.

Masalah yang dimaksudkan Anies ada dua hal. Pertama, krisis kesehatan dan yang kedua adalah masalah ekonomi.

Anies mengungkapkan, di sisi lain pandemi juga memunculkan sejumlah terobosan-terobosan dalam bidang digital dan lingkungan yang asri.

“Untuk kami di Jakarta, yang polusi merupakan salah satu tantangan, dalam tiga bulan terakhir kami mendapatkan langit yang biru kembali,” ujarnya.

“Sehingga masyarakat mulai menyadari bahwa inilah yang dapat terjadi saat kita memiliki ekonomi berbasis lingkungan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” sambungnya.

Baca Juga:  Jika Banjir sampai Bundaran HI seperti Era Jokowi-Ahok, Politikus Golkar: Bacot Pembenci Anies Terus Bersuara

Bagi Amos Hutauruk, Anies Baswedan adalah cucu dari pahlawan AR Baswedan yang mewarisi jiwa perjuangan dan semangat nasionalisme dari kakeknya.

“AR Baswedan kakek Anies berani melawan penjajahan kolonial Belanda saat itu, jadi jelas bobot bibit bebetnya,” katanya.

“Saat ini perjuangan kakeknya dilanjutkan Anies Baswedan yang kini menjabat Gubernur DKI,” sambung Amos.

Bukan menjadi pemimpin instan, diceritakan Amos, Anies berawal seorang akademisi yang pernah menjadi menteri pendidikan dan berkiprah dikancah pemerintahan DKI Jakarta.

“Dia bukanlah seorang politisi partai tertentu, melainkan komunikator lintas partai yang cakap berkomunikasi,” ujarnya.

Menurut Anies, pandemi Covid-19 tidak hanya memunculkan masalah baru, tetapi juga berbagai kesempatan lainnya.

Masalah yang dimaksudkan Anies ada dua hal. Pertama, krisis kesehatan dan yang kedua adalah masalah ekonomi.

Anies mengungkapkan, di sisi lain pandemi juga memunculkan sejumlah terobosan-terobosan dalam bidang digital dan lingkungan yang asri.

Baca Juga:  Koh Eka: Seribu Cara Jatuhkan Anies Baswedan Coba Dilakukan

“Untuk kami di Jakarta, yang polusi merupakan salah satu tantangan, dalam tiga bulan terakhir kami mendapatkan langit yang biru kembali,” ujarnya.

“Sehingga masyarakat mulai menyadari bahwa inilah yang dapat terjadi saat kita memiliki ekonomi berbasis lingkungan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” sambungnya.

Bagi Amos Hutauruk, Anies Baswedan adalah cucu dari pahlawan AR Baswedan yang mewarisi jiwa perjuangan dan semangat nasionalisme dari kakeknya.

“AR Baswedan kakek Anies berani melawan penjajahan kolonial Belanda saat itu, jadi jelas bobot bibit bebetnya,” katanya.

“Saat ini perjuangan kakeknya dilanjutkan Anies Baswedan yang kini menjabat Gubernur DKI,” sambung Amos.

Bukan menjadi pemimpin instan, diceritakan Amos, Anies berawal seorang akademisi yang pernah menjadi menteri pendidikan dan berkiprah dikancah pemerintahan DKI Jakarta.

“Dia bukanlah seorang politisi partai tertentu, melainkan komunikator lintas partai yang cakap berkomunikasi,” ujarnya.

Sumber: pojoksatu

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan