Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menyatakan pembangunan Jakarta International Stadium atau JIS dilakukan secara komprehensif oleh beberapa generasi gubernur untuk mendapatkan hasil yang optimal.

“Saya beri contoh pembangunan yang berkesinambungan, terutama untuk JIS dimulai dari masa Gubernur Wiyogo Atmodarminto saat menerima hibah aset berupa tanah dari berbagai pengembang saat itu,” kata Heru Budi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 28 Juli 2023.

Dia mengatakan pada masa Gubernur Soerjadi Soedirdja dilakukan pembersihan untuk penataan tahap awal kawasan JIS yang kemudian bernama taman Bersih Manusiawi dan Wibawa (BMW). Dalam setiap pembangunan daerah, diperlukan perencanaan yang matang agar bisa dilanjutkan secara berkesinambungan.

“Hal ini juga yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta dalam menjalankan roda pemerintahannya, salah satunya dalam menyempurnakan pembangunan JIS,” ujarnya.

Heru Budi menjelaskan bahwa cikal bakal pembangunan JIS terus berlanjut saat masa kepemimpinan Gubernur Sutiyoso dengan melakukan pengosongan Taman BMW. Dilanjutkan Gubernur Fauzi Bowo yang menetapkan lokasi bekas Taman BMW sebagai lokasi stadion bertaraf internasional itu sebagai pengganti Stadion Lebak Bulus yang akan dibangun sebagai depo stasiun MRT.

Baca Juga:  Doa Anies di HUT ke-57 Golkar: Semoga Jadi Penghantar Kesejahteraan

“Saya mengucapkan terima kasih ke Pak Sutiyoso dan Pak Fauzi Bowo, berikutnya Pak Jokowi, beliau yang melakukan pematangan tanah dan pesertifikatan Taman BMW. Terus berikutnya Pak Ahok, Pak Djarot untuk mengamankan lokasi ini,” kata dia.

Kepala Sekretaris Presiden itu pun turut mengucapkan terima kasih karena pada akhirnya pembangunan JIS dilaksanakan saat Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI dan selesai dibangun pada 2022.

“Saya berterima kasih kepada beliau karena sudah membangun stadion yang bagus dan harus kita banggakan,” ucap Heru.

Menurutnya, JIS merupakan contoh kesinambungan pembangunan yang telah berjalan di DKI Jakarta yang dalam pelaksanaannya melewati proses perencanaan secara bertahap. Oleh karena itu, siapapun Gubernur terdahulu yang memiliki kontribusi layak untuk diapresiasi.

“Intinya, para Gubernur terdahulu telah memberikan kontribusi yang besar dalam terjadinya proses pembangunan. Itu harus kita hormati bersama. Mereka semua adalah para Gubernur terbaik pada masanya,” tuturnya.

Sumber: Tempo.co

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan