Kasus ABK di Kapal China, DPR Minta Pemerintah Lakukan Protes Diplomatik Keras ke China

Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi (Foto: Komering Online)

IDTODAY.CO – Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi menyoroti polemik terkait viralnya video yang memperlihatkan adanya ABK Indonesia yang meninggal kemudian mayatnya dilarung ke laut oleh orang Cina.

Menanggapi hal tersebut, Ia mendesak pemerintah melakukan evaluasi masalah perekrutan dan perlindungan ABK di luar negeri.

“Ini rentan berulang terjadi, sedangkan agen pengiriman TKI sebagai ABK ini sebenarnya itu-itu saja. Harus diinvestigasi dan bila ditemukan penyimpangan maka harus segera dibekukan izinnya dan berikan tindakan hukum bagi pengelolanya,” kata Bobby di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Teropongsenayan.com (8/5/2020).

Bobby melihat kejadian menyedihkan tersebut dikarenakan sengketa kewenangan antara tiga kementrian, yaitu antara Kemenaker, Kemhub, dan KemKKP terkait aturan ABK untuk kapal penangkap ikan asing.

“Ini tidak pernah jelas dari dulu, ketiga Kementrian tersebut saling lempar tanggung jawab ketika terjadi masalah, dan Kemlu dalam hal ini selalu jadi tukang cuci piring,” terangnya.

Iapun menekankan pentingnya kejelasan masalah perlindungan TKI yang bekerja di Kapal Asing tidak terulang. Diantaranya dengan mempertegas kewenangan antar kementerian terkait.

Baca Juga:  Terkait ABK WNI, Iwan Piliang: Kenapa Sadis Sekali Menlu Retno Berbohong? Kalian Digaji Siapa?

Demikian juga, Bobby mendesak pemerintah untuk melakukan protes diplomatik secara keras terhadap pemerintah Cina sekaligus juga melakukan gugatan hukum terhadap perusahaan kapal yang telah memperbudak ABK Indonesia itu. “Derita ABK ini harus kita sudahi. Moratorium menjadi satu-satunya opsi karena kapal penangkap ikan, khususnya yang berbendera Cina dan Taiwan adalah lawless world,” pungkas Politikus Golkar ini.[brz]

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan