IDTODAY.CO – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menanggapi kebijakan pemerintah memperlonggar mal dan memperketat masjid di tengah Covid-19.

Beliau sangat menyayangkan langkah pemerintah yang mengabaikan ormas besar seperti PBNU dan lainnya yang punya jaringan yang luas hingga ke tingkat dusun.

“Kelihatan sekali pemerintah sendirian, tidak mau mengajak kita ini. Apa karena kita tidak dipercaya? Apa masih diragukan?” heran Kiai Said sebagaimana dikutip dari Rmol.id (4/6/2020).

Kaitanya dengan penutupan masjid dan pelonggaran tempat belanja, kiai Said memastikan masyarakat umum pasti tersinggung atas kebijakan tersebut.

“Kalau kita sih paham. Saya paham. Tapi masyarakat umum, tersinggung berat,” kata KH Said Aqil Siradj.

Kiai Said mengatakan bahwa tanpa adanya koordinasi dengan baik dengan semua pihak, semua kebijakan pemerintah dalam penanganan virus Corona akan dicap negatif oleh beberapa kalangan tertentu.

Baca Juga:  KITA Jabar Dukung Kiai Said Aqil Siradj Jabat Ketum PBNU Lagi

“Bukan berarti kita menafikan apa yang sudah dilakukan pemerintah, tapi ternyata akibat main sendiri, kurang koordinasi dengan baik, kesannya itu memunculkan kesan negatif,” tuturnya.

Kiai Said sangat menyayangkan langkah pemerintah yang mengabaikan ormas besar seperti PBNU dan lainnya yang punya jaringan yang luas hingga ke tingkat dusun.

“Kelihatan sekali pemerintah sendirian, tidak mau mengajak kita ini. Apa karena kita tidak dipercaya? Apa masih diragukan?” heran Kiai Said.[Brz]

Baca Juga:  PBNU: Pernyataan Menag Yaqut Tidak Pas dalam Membangun Spirit Kenegarawanan

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan