IDTODAY.CO – Ekonom senior sekaligus Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli sangat menyayangkan kebijakan dinaikkannya iuran BPJS kesehatan di saat rakyat sedang dilanda krisis dari berbagai sektor akibat wabah Corona.

Rizal Ramli mengatakan, iuran BPJS Kesehatan sebetulnya tidak perlu naik meskipun terjadi defisit anggaran.

Menurutnya, presiden Jokowi punya kebijakan solutif untuk menghindari kenaikan iuran BPJS dengan membatalkan program kartu pra kerja dan merelokasi anggaran untuk menutupi defisit BPJS.

“Pak @jokowi sebetulnya punya pilihan mudah: Batalkan Program Kartu Prakerja Rp20 Triliun. Mendukung setoran abal-abal dan penyedia KKN online (Rp 5,6 Trilliun). Dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah BPJS Kesehatan, biar tarif tidak perlu naik”.  Cuit Rizal melalui akun Twitternya

Bahkan, ia menganggap kebijakan presiden Jokowi terlalu beresiko untuk menjadi sasaran kebencian rakyat.

Rizal pun menegaskan, presiden Jokowi dapat membuat kebijakan yang benar-benar pro rakyat, andai punya hati untuk memakmurkan mereka.

Baca Juga:  Jokowi Sebut Perekonomian Indonesia Kini Lebih Berat Dibanding 1998

“Gitu aja ribet , yang penting ada hati untuk rakyat! ” Demikian cuitnya.[Brz]

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan