Banyak Yang Berulah lagi, Yasonna Laoly Minta Napi Asimilasi Tak Disalahkan, Hotman Paris: Ngomong Apa Sih

Yasonna Laoly dan Hotman Paris. (Foto: Kolase TribunNewsmaker- KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG dan Instagram Hotman)

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta masyarakat tak menyalahkan napi asimilasi terkait maraknya kejahatan yang terjadi belakangan ini.

Di tengah pandemi Covid-19, kejahatan semakin merajarela di berbagai daerah.

Banyak kasus mengenai aksi kejahatan seperti pencurian, begal hingga penodongan.

Terlebih setelah ribuan napi mendapatkan program asimilasi, pembebasan bersyarat karena Covid-19.

Tak sedikit napi asimilasi yang kembali berulah.

Hal ini menjadi sorotan masyarakat.

Banyak yang menuntut pertanggungjawaban Yasonna Laoly.

Kebijakan mengenai program asimilasi ini memang mengundang pro dan kontra dari masyarakat.

Banyak yang khawatir jika para napi kembali melakukan tindak kejahatan setelah dibebaskan.

Kini kekhawatiran mereka terbukti.

Mengenai hal itu, Yasonna Laoly mengaku sudah menyiapkan sejumlah antisipasi atas dampak-dampak yang terjadi usai membebaskan narapidana termasuk jika kembali berulah.

“Sudah dong (disiapkan). Dimanapun ada residivisme, tapi yang sekarang ini sangat-sangat kecil sekali. Yang dihebohkan setiap kejahatan yang ada, seolah dilakukan oleh napi asimilasi,” kata Yasonna dikutip TribunJakarta.com dari Tribunnews.com, pada Kamis (23/4/2020).

Baca Juga:  Mendapat Asimilasi Corona, Sekarang Bebas, Esoknya Langsung Beraksi Nyuri Motor

Yasonna Laoly mengatakan banyak tindakan kejahatan yang disebut dilakukan oleh napi asimilasi, padahal kenyataannya tidak.

“Contoh hoax: Polisi yang mengejar begal bawa celurit di Jakarta Timur, disebut napi asimilasi yang baru ke luar, padahal sama sekali bukan!,” lanjut Yasonna.

Yasonna Laoly lantas meminta jangan menjadikan napi asimilasi sebagai kambing hitam soal tingginya angka kejahatan.

“Ingat dalam kondisi ekonomi sulit seperti ini, pasti ada dampak kepada kejahatan, tapi jangan kambinghitamkan semua pada napi asimilasi. Hitung saja presentasi antara yang ke luar dan yang mengulang kembali,” ujarnya.

Pantauan TribunJakarta.com pengacara kondang Hotman Paris mengomentari pernyataan Yasonna Laoly tersebut, di media sosial Instagramnnya yang telah terverifikasi.

Hotman Paris terlihat mengunggah tangkapan layar berita online.

Baca Juga:  Dikritik Keras Berbagai Pihak, Yasonna Pun Bantah Akan Bebaskan Koruptor Lansia Gegara Corona

Hotman Paris tampak kebingungan, dan menganggap pernyataan Yasonna Laoly tidak rasional.

“Aduh dasar rationale dimana?” tulis Hotman Paris.

Hotman Paris yang sudah bekerja selama 34 tahun di bidang hukum, tak mengerti maksud ucapan Yasonna Laoly yang menyebut maraknya kejahatan terhadi karena kesulitan ekonomi bukan karena ulah napi asimilasi.

“Hotman yang sudah 34 tahun praktek hukum ngak ngerti dia ngomong apa sih,” tulis Hotman Paris.

Tak cuma mengunggah tangkapan layar berita online, Hotman Paris juga membagikan video saat ia tengah membaca artikel tersebut.

“Salam subuh dari rumah Hotman Paris, ” ucap Hotman Paris.

“Berita berjudul ‘Kejahatan Marak, Yasonna: Ekonomi Sulit, Jangan Salahkan Napi Asimilaso!’,” imbuhnya.

Hotman Paris kemudian membacakan isi artikel berita tersebut.

Ia lalu mengaku sangat pusing saat membaca pernyataan Yasonna Laoly.

“Aduh hotman pusinnnngg baca ini!,” tegas Hotman Paris.

Di media sosial Instagram viral sebuah video yang menguras air mata.

Di video tersebut tampak aparat TNI dan polisi masuk ke dalam rumah seorang warga.

Rumah yang diduga dihuni oleh dua orang tersebut jauh dari kata laik, tak ada perabotan bahkan pintu depan.

Di rumah berdinding batu bata itu hanya ada dipan besi reot tanpa kasur.

Di atas dipan lusuh tersebut tergeletak seorang pria yang tubuhnya hanya tinggal kulit berbalut tulang.

“Masuk saja pak lansung agak kurang mereka,” ucap perekam video viral tersebut.

Anggota TNI dan polisi langsung menyerahkan bantuan berupa sembako.

Dalam narasi yang beredar di media sosial, warga tersebut langsung meminta makan ketika melihat kedatangan aparat.

“Bawa nasi enggak pa? kami lapar,” ucapnya.

Sumber: Tribunnewsmaker

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan