Waketum NasDem: Gerakan Perubahan Tak akan Berhenti, Seberat Apa pun Tantangannya

Waketum NasDem: Gerakan Perubahan Tak akan Berhenti, Seberat Apa pun Tantangannya ( Foto: Instagram @madtu_madali )

Gerakan perubahan yang digelorakan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar bersama Koalisi Perubahan tidak akan berhenti apalagi sampai surut. Mereka akan terus menyuarakannya dengan semakin lantang lagi apa pun rintangan yang dihadapi.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali di akun Instagram-nya @madtu_madali, Selasa, 24 Oktober 2023, dikutip KBA News pagi ini.

Politikus senior ini menyampaikan itu terkait pencabutan izin secara mendadak penggunaan Gedung Indonesia Menggugat (GIM) oleh Pemprov Jawa Barat untuk tempat pelaksanaan acara diskusi yang menghadirkan Anies sebagai pembicara beberapa waktu lalu.

“Beberapa waktu lalu kami mendapat undangan untuk berdiskusi di Gedung Indonesia Menggugat yang diinisiasi oleh salah satu relawan di Jabar. Tapi tiba-tiba izinnya dicabut secara sepihak oleh pengelola gedung,” tulisnya.

Baca Juga:  Ganjar: Jangan Pernah Budaya Kita Digantikan dengan Asing

“Mereka berpikir bisa membungkam kami dengan menggembok pintu Gedung Indonesia Menggugat. Mereka lupa bahwa kami bisa melakukan diskusi di mana saja. Insya Allah tidak mengurangi semangat kami untuk terus menggelorakan perubahan untuk Indonesia lebih baik,” sambung politikus asal Sulawesi Tengah ini.

“Kalian tidak bisa membungkam kami dengan menggembok pintu utama. Karena kami bisa berdiskusi di halaman bahkan di jalan raya sekali pun. Jangan bungkam kami dengan cara-cara intimidatif. Karena semangat kami tidak akan pernah padam untuk terus menyuarakan gerakan perubahan untuk Indonesia yang berkeadilan,” tutupnya.

Baca Juga:  Kata Pengamat: Mensos Risma Harusnya Meniru Anies yang Kalem, Bukan Marah-marah Ala Ahok

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pembatalan secara sepihak penggunaan gedung GIM tersebut tidak berarti kegiatan tak jadi dilaksanakan. Diskusi bertajuk ‘Demi Ibu Pertiwi: Saatnya Perubahan’ yang diinisiasi oleh komunitas aktivis prodemokrasi yang berhimpun di dalam Change Indonesia tetap digelar di halaman gedung bersejarah tersebut.

Dalam orasinya di hadapan massa yang duduk lesehan, Anies menceritakan fakta sejarah bahwa di gedung pengadilan pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda tersebut lahir pikiran dan ucapan perlawanan Soekarno terhadap Belanda ketika menuturkan pledoi Indonesia Menggugat pada tahun 1930.

Namun anehnya setelah Indonesia merdeka selama puluhan tahun, pengekangan dan penjegalan masih terjadi, sehingga kebebasan untuk mengucapkan ide perubahan tiba-tiba dibatalkan secara ugal-ugalan.

“Hari ini kita berkumpul kembali di sini. Tanggalnya 8 Oktober 2023. Dan kita ingin menggunakan gedung yang sama. Dan ternyata perjuangan itu harus kita perbesar, memberikan ruang untuk kebebasan berkonstitusi, kebebasan untuk berbicara. Karena ternyata gedung yang di zaman Belanda pun bisa dipakai, hari ini tidak bisa kita gunakan,” kata Anies.

Sumber: Kbanews.com

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan