Jurnalis Senior NU: Kalau Indonesia Mau Maju, Pilih Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika ditemui di Museum Bahari, Jakarta Utara, Jumat (2/9/2022).(KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL)

Jurnalis senior Nahdlatul Ulama Mokhammad Kaiyis mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Bahkan baginya, Indonesia ke depan harus dipimpin bakal calon presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan tersebut kalau ingin maju.

“Kalau Indonesia mau maju, ya Anies lah. Kalau Indonesia mau berubah, ya enggak ada lagi, pasti harus Anies. Mutlak,” tegasnya saat dihubungi KBA News Jumat, 19 Mei 2023.

Di samping memiliki kapabilitas untuk membawa Indonesia maju, ada banyak alasan lain kenapa Anies yang menurutnya paling tepat untuk menjadi Presiden RI ke-8. Misalnya Anies juga memiliki visi dan wawasan yang luas.

Baca Juga:  Buruh Desak Anies Batalkan UMP DKI 2022: Harus Naik 10 Persen!

“Dia juga amanah. Banyak lah hal-hal yang melatari dia itu,” ungkap Pemred Duta Masyarakat, harian yang identik dengan kaum nadhliyin.

Meski demikian, dia tidak menampik bahwa di kalangan internal ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut mantan Gubernur DKI Jakarta ini masih menuai resistensi. Musababnya, di NU banyak buzzer dari pihak penguasa yang terus menjelek-jelekkan Anies.

“Mau tidak mau itu mewarnai pikiran-pikiran nadhliyin,” ucapnya.

Karena itu, dia mendukung keberadaan Forum Masyarakat Santri Nusantara (Formasnu) yang akan memperjuangkan Anies. Meskipun, dia berharap warga NU yang tergabung dalam Formasnu harus melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut.

“Karena konten-konten buzzer harus dijawab sama dia [Anies]. Konten buzzer itu itu misalnya Anies distigma dekat dengan kelompok kanan. Kalau kelompok kanan diasumsikan mesti radikal, garis keras, kan gitu. Itu stigma yang dibangun. Padahal enggak juga. Ada nonmuslim yang merasa terayomi dengan dia,” imbuhnya.

Baca Juga:  Koh Eka: Seribu Cara Jatuhkan Anies Baswedan Coba Dilakukan

Dia sendiri menyesalkan gencarnya upaya stigmatisasi yang dilakukan para buzzer kepada Anies Baswedan. “Ini bahaya kalau untuk memilih pemimpin dibangun dengan stigma seperti itu,” demikian Mokhammad Kaiyis. (kba)

Sumber: kbanews

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan