Sebut Ma’ruf Amin Catut Penurunan Kemiskinan Era SBY, Natalius Pigai: Wapres Mesti Jujur

Eks Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai (Ari Saputra/detikcom)

IDTODAY.CO – Aktivis kemanusiaan Natalius Pigai mengkritisi pernyataan wapres Ma’ruf Amin terkait pengakuan atas penurunan angka kemiskinan.

Dalam pengakuannya Ma’ruf Amin mengatakan angka kemiskinan turun dari 11,22 persen di tahun 2015 menjadi 9,78 di bulan Maret 2020.

Terkait hal tersebut, Natalius Pigai mengatakan bahwa perhitungan Ma’ruf amin, keliru.

“Jumlah penduduk miskin pada Maret 2014 sebanyak 28,28 juta (11,28%) namun Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) mampu turunkan angka kemiskinan sehingga pada akhir jabatan September 2014, sebanyak 27,73 juta orang (10,96 persen),” kata Natalius Pigai sebagaimana dikutip dari RMOL, Rabu (18/8).

Baca Juga:  Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Segudang PR Harus Segera Ditangani, Kalau Tidak Indonesia Multi Krisis

Atas dasar itulah, Natalius Pigai mendesak wapres untuk membeberkan data akurat dan bersikap jujur.

“Karena itu Wakil Presiden Prof Maruf Amin mesti jujur,” tegasnya.

Natalius pigai mengatakan, “Cara menghitung yang dilakukan Maruf Amin keliru lantaran mengambil data di era kepemimpinan SBY. Harusnya, Wapres Maruf Amin menghitung bukan dari 11,22% angka kemiskinan, melainkan dari 10,96 persen yang kemudian dikurangi persentase penduduk miskin bulan Maret 2020 sebesar 9,78 persen,” terangnya.

Lebih lanjut, mantan Kasubid Statistik Ketenagakerjaan Kemanakertrans RI ini menjelaskan, apabila perhitungan tersebut sesuai dengan yang diungkapkan Ma’ruf amin, berarti kamu penurunan angka kemiskinan di era Presiden Jokowi hanya sekitar 1,18% saja.

“Padahal Jokowi habiskan uang rakyat hampir 12 ribu triliun APBN selama 6 tahun. Penurunan jumlah orang miskin yang hanya turun 1,18 persen orang itu terlalu kecil, bahkan terkecil di antara 7 presiden,” terangnya.

Baca Juga:  SBY: Mungkin Hukum Bisa Dibeli, Tapi Tidak untuk Keadilan

“Jokowi tidak punya hati dan kejam pada pada orang miskin. 6 presiden sebelumnya mampu menurunkan angka kemiskinan lebih dari 2 persen. Bahkan Gusdur 5 persen dari 23 persen ke 18 persen hanya dalam waktu singkat, SBY 6 persen,” pungkasnya.[rmol/brz/nu]

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan