Prihatin! 4.600 Ibu Hamil dan 380 Bayi Baru Lahir di Gaza Butuh Layanan Medis

Prihatin! 4.600 Ibu Hamil dan 380 Bayi Baru Lahir di Gaza Butuh Layanan Medis (Foto: Antara foto)

Di tengah bombardir rudal dan bom jarak jauh militer Israel yang meluluh lantakan sejumlah Rumah Sakit, saat ini terdapat sekitar 4.600 ibu hamil dan 380 bayi baru lahir membutuhkan perhatian medis.

Hal tersebut diungkap Badan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA) pada Kamis (9/11) malam

“Bagi bayi yang baru lahir, tempat pengungsian UNRWA di Gaza adalah rumah pertama mereka,” tulis badan PBB dalam X.

Meski UNRWA mengaku telah berusaha memberikan perawatan terbaik semampu yang mereka bisa lakuka pasca kelahiran, namun perang yang tak kunjung berakhir membuat kondisi di pengungsian tidak layak untuk bayi baru lahir.

Baca Juga:  Demo Partai Buruh dan KSPI soal Perang Palestina-Israel, Ini Empat Tuntutan ke AS dan PBB

Berdasarkan Dana Penduduk PBB (UNFPA), 50.000 ibu hamil di Jalur Gaza dan lebih dari 180 di antaranya melahirkan setiap hari, kata UNRWA.

Sedikitnya 10.812 warga Palestina, termasuk 4.412 anak dan 2.918 perempuan, tewas akibat serangan udara dan darat yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza sejak Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober.

Diketahui, Pesawat-pesawat tempur Israel membom delapan rumah sakit di Jalur Gaza dalam tiga hari terakhir, kata kantor media pemerintah di Gaza pada hari Kamis (9/1/2023).

“Agresi Israel telah memaksa 18 rumah sakit tidak beroperasi sejak 7 Oktober,” kata kantor media dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Turki, Anadolu Agency.

Menurut pernyataan itu, meriam artileri Israel menembaki halaman Rumah Sakit Al-Shifa dan gerbang Rumah Sakit Al-Nasr di wilayah yang diblokade.

“Pemboman rumah sakit adalah kejahatan perang menurut hukum kemanusiaan internasional, dan dikriminalisasi berdasarkan 16 perjanjian internasional dan resolusi PBB yang menyerukan perlindungan fasilitas kesehatan tersebut,” tambahnya.

Baca Juga:  Iran Tuding Israel Dalang Tewasnya Ilmuwan Nuklir Terkemuka

Setidaknya 10.569 warga Palestina, termasuk 4.324 anak-anak dan 2.823 wanita, telah tewas dalam serangan udara dan darat Israel di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober. 1.600, menurut angka resmi.

Sementara itu, Program Pangan Dunia (WFP) mengungkapkan bahwa persediaan makanan di Jalur Gaza nyaris habis dan toko-toko roti di daerah tersebut tidak beroperasi.

Sumber: tvonenews.com

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan