Serangkaian kontroversi terkait ajaran keagamaan yang terjadi di dalam Pondok Pesantren Al Zaytun saat ini tengah mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia.

Berbagai ajaran yang dilakukan di dalam Ponpes pimpinan dari Panji Gumilang itu dianggap menyimpang dan tidak sesuai dengan syariat Islam.

Kontroversi terkait Al Zaytun bermula dari viralnya video saat ibadah salat Idul Fitri 1444 H dimana shaf salat antara wanita dan laki laki yang bercampur.

Mulai dari situ, satu persatu kontroversi terkait cara beribadah yang terjadi di Al Zaytun mulai muncul ke permukaan.

Mulai dari cara azan yang nyeleneh sampai para santri yang melantunkan salam yahudi yang dipimpin oleh Panji Gumilang.

Selain itu beberapa waktu yang lalu juga berada sebuah video yang menunjukan kalau pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang mengatakan bahwa kitab Al Quran bukanlah firman Allah SWT melainkan perkataan dari Nabi Muhammad SAW.

Sontak pernyataan dari Panji Gumilang itu pun memancing kecaman dari berbagai pihak kaum muslim di Indonesia.

Tapi berbeda dengan Muhammad Afiffudin Anshori selaku Koordinator Aksi Bela Al Zaytun saat hadir di acara diskusi Catatan Demokrasi yang tayang di tvOne.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Afiffudin Anshori mengatakan kalau pernyataan kontroversi dari Panji Gumilang tidaklah salah.

“Itu bukan merendahkan otentik daripada Al Quran tersebut. Tapi bagaimana beliau meneguhkan ketauhidan sehingga yang saya pahami adalah betul Al Quran itu adalah Kalamullah, tapi diturunkan melalui Malaikat Jibril disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW sehingga Nabi Muhammad menyampaikan kepada umatnya,” terang Muhammad Afiffudin.

Sontak pendapat tersebut pun mendapatkan berbagai sanggahan dari sejumlah tokoh yang datang di diskusi Catatan demokrasi.

Salah satunya adalah Babe Haikal Hassan selaku Ketua Majelis Keluarga Indonesia pun ikut buka suara terkait Ponpes pimpinan Panji Gumilang itu.

Beberapa kali mendapatkan undangan untuk berceramah di Ponpes Al Zaytun, Babe Haikal sempat menaruh kecurigaan terhadap Ponpes Pimpinan Panji Gumilang itu.

“Iya kan kita punya teman banyak, saya suka segan apabila diundang yang tidak berhubungan dengan masyarakat orang banyak, ketika dihubungi saya bilang oke karena ada orang banyak,” kata Babe Haikal Hassan.

Namun beberapa kali juga ia menolak undangan dari wali santri untuk berceramah di Ponpes pimpinan Panji Gumilang itu.

“Saya sempat nanya, kenapa kamu hubungi saya terus saya bilang, sampai 4 tahun terakhir masih ngajakin dan ternyata itu kewajiban itu sebuah program untuk merekrut tokoh, merekrut artis, maka dari itu hal seperti ini perlu diambil tindakan” ungkapnya.

Pada saat itu juga Babe Haikal mengaku kalau dia sempat diajak oleh beberapa wali santri untuk melihat kondisi Al Zaytun.

Di momen itu pula beberapa kali muncul kecurigaan dari dirinya terhadap Ponpes Al Zaytun dan juga sang dedengkot Panji Gumilang.

“Saya didatangi, dijemput pakai mobil yang mewah-mewah, ‘Ayo pak Haikal lihat dulu di situ, lihat-lihat dulu’. Dari situ saya cuman bilang ini ada enggak beres sebelum tercium rame-rame sekarang ini.,” terangnya.

“Ada yang nggak beres ini, lihat saja satu saat pasti sepandai-pandai supaya melompat pasti akan jatuh. Dan suatu saat Panji Gumilang pasti akan masuk ke penjara,” ungkap Babe Haikal.

Babe Haikal Hassan mengatakan kalau pada kondisi sekarang, negara sudah kalah dari Panji Gumilang.

“Menurut saya Panji Gemilang telah menang melawan negara saat ini loh. Saat ini negara nggak boleh kalah dengan Panji. Kenapa saya katakan Panji Gumilang telah menang kepada negara karena negara ga mengambil tindakan yang cukup,” ungkap Babe Haikal Hassan.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Terima Laporan Soal Bunker Senjata & Tempat Ibadah Yahudi di Al Zaytun

“Saya setuju sama pendapat yang mengatakan pesantren nggak boleh ditutup sembarangan ada aset yang masih dijaga ada anak-anak yang terpapar. Maka dari itu saya mohon kepada catatan demokrasi berikutnya apabila ingin diskusi tentang ini jangan soal Al Zaytunnya tapi Panji Gumilangnya yang mesti disentuh,” sambungnya.

Dirinya mengatakan kalau sosok Panji Gumilang memanfaatkan posisi dan juga koneksinya untuk bisa terhindar dari pemeriksaan sejumlah lembaga termasuk BNPT sampai PPATK.

“Panji Gumilang memanfaatkan posisinya, memanfaatkan koneksinya makanya saya bilang dia menang, BNPT nya belum berbuat apa-apa ke dia, negara juga belum terorisme juga tidak yang paling fatal PPATK dan perbankan gimana ceritanya satu orang bisa buka 256 rekening apa nggak ada kontrol,” terang Babe Haikal Hassan.

“Ini lagi-lagi menjatuhkan kredibilitas perbankan kita, gara-gara seorang Panji Gumilang 256 rekening loh,” lanjutnya. (akg)

Sumber: tvonenews

Tulis Komentar Anda di Sini

Iklan